Salah Pasang Cincin Usai Ijab Kabul, Pengantin Pria Minta Tolong Damkar
Salah Pasang Cincin, Pengantin Pria Minta Tolong Damkar

Seorang pengantin pria di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, mendatangi kantor Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) setempat karena cincin emas pernikahannya tersangkut dan tidak bisa dilepaskan dari jari manisnya. Insiden ini terjadi setelah prosesi ijab kabul, ketika Muhammad Makbul, sang pengantin pria, salah memasukkan cincin yang seharusnya untuk mempelai wanita ke jarinya sendiri.

Kronologi Kejadian

Menurut Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Dinas Damkar Kabupaten Gowa, Samsul Bahri Syamsuddin, rombongan pengantin pria tiba di kantor Damkar pada Rabu (22/7/2026) karena cincin tersebut tidak dapat dilepaskan. "Tadi serombongan datang pengantin laki-laki ke kantor kami, karena salah pasang cincin pernikahan," ujarnya.

Kejadian bermula saat Makbul keliru memasukkan cincin pernikahan usai ijab kabul. Cincin yang seharusnya dikenakan oleh pengantin wanita dipaksakan masuk ke jari tangannya sendiri. "Awalnya pengantin pria ini salah memasukkan cincin pernikahan yang seharusnya untuk mempelai wanita ke jari tangannya sendiri saat prosesi," ungkap Samsul.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Proses Evakuasi Cincin

Cincin tersebut tersangkut kuat hingga jari Makbul membengkak. Karena tidak kunjung dapat dikeluarkan, ia dibawa ke kantor Dinas Damkar untuk mendapatkan pertolongan. Petugas harus menggunakan mesin gerinda mini dengan sangat hati-hati agar potongan logam emas tidak melukai kulit jari pengantin pria.

"Karena kekecilan, cincin tersangkut dan jarinya bengkak. Pemotongan menggunakan gerinda mini memakan waktu hampir satu jam," jelas Samsul. Proses pemotongan berlangsung teliti dan memakan waktu sekitar satu jam hingga akhirnya cincin emas tersebut berhasil dikeluarkan tanpa menimbulkan luka pada jari Makbul.

Dampak dan Tindakan Lanjutan

Setelah melalui proses pemotongan, petugas Damkar berhasil mengeluarkan cincin emas tersebut dari jari pengantin tanpa cedera. Namun, akibat pemotongan, cincin mahar tersebut terpotong dan harus diganti. "Cincin mahar tersebut, akhirnya terpotong dan terpaksa diganti," kata Samsul.

Peristiwa ini menjadi pelajaran bagi calon pengantin agar lebih berhati-hati saat memasangkan cincin pernikahan, terutama jika ukurannya tidak sesuai. Damkar Gowa sendiri sering menerima laporan serupa, terutama saat musim pernikahan. Masyarakat diimbau untuk segera mencari pertolongan jika mengalami kejadian serupa agar tidak memperparah kondisi jari.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga