Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) bersama Polres Purwakarta masih mendalami penemuan jasad seorang petugas satuan pengamanan (satpam) di kawasan Bendungan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Jasad korban ditemukan dalam kondisi kedua tangan terikat, sehingga polisi menduga adanya tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
11 Saksi Diperiksa, CCTV Dikumpulkan
Penyidik telah memeriksa sedikitnya 11 orang saksi untuk mengumpulkan keterangan terkait kejadian. Selain itu, polisi juga mengamankan dan menganalisis rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi untuk merekonstruksi kronologi kejadian. "Ada kurang lebih 11 saksi yang sudah diperiksa oleh Polres Purwakarta. Tujuannya untuk mencari keterangan sebelum kejadian maupun pascakejadian. Kami juga sudah mendapatkan beberapa rekaman CCTV yang saat ini sedang dilakukan pemeriksaan," ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Setiawan pada Senin (27/7/2026).
Autopsi untuk Pastikan Penyebab Kematian
Jenazah korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk menjalani autopsi. Hasil autopsi diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti kematian, termasuk apakah ada unsur kekerasan atau pembunuhan. "Kondisinya cukup memprihatinkan karena dalam keadaan terikat tangannya. Saat ini masih kita selidiki apakah ini merupakan dugaan pembunuhan. Korban sudah kita evakuasi dan hasil autopsi juga menyatakan yang bersangkutan telah meninggal dunia," jelas Kombes Hendra.
Polisi Belum Tetapkan Tersangka
Hingga saat ini, polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Penyidik masih menunggu hasil autopsi dan melengkapi alat bukti sebelum menyimpulkan. "Kami masih mengedepankan asas praduga tidak bersalah. Sebelum bukti permulaan cukup kuat, kami belum dapat menyimpulkan ataupun menetapkan pihak tertentu sebagai tersangka. Kami terus membantu Polres Purwakarta agar kasus ini dapat diungkap secara tuntas," tegas Hendra.
Imbauan agar Masyarakat Tak Berspekulasi
Polisi meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab kematian korban, termasuk isu yang mengaitkan peristiwa ini dengan kelompok geng motor. Informasi yang belum terverifikasi justru dapat menghambat proses penyelidikan. Polda Jabar berkomitmen mengungkap kasus ini secara transparan dan profesional.
Peristiwa ini menambah daftar kasus kekerasan yang melibatkan petugas keamanan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mempercayakan proses hukum kepada aparat. Perkembangan penyelidikan akan diumumkan secara berkala.



