Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Jesslyn Wijaya, Pastikan Bukan Penculikan
Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Jesslyn Wijaya

Kepolisian memastikan bahwa atlet golf putri Jesslyn Wijaya (34) tidak menjadi korban penculikan. Penyidikan atas laporan dugaan penculikan yang sempat mencuat pun resmi dihentikan. Hal ini disampaikan langsung oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, pada Selasa (4/8/2026).

Penyelidikan Dihentikan, Gelar Perkara Segera Digelar

“Iya dihentikan. Kita lagi menunggu menjadwalkan gelar perkara untuk henti lidik (penyelidikan),” ujar Roby saat dihubungi awak media. Rencananya, gelar perkara tersebut akan dilakukan pada hari ini atau besok. Pihak kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk Jesslyn sendiri, dan tidak menemukan adanya unsur pidana dalam laporan tersebut.

“Iya bukan (penculikan). Sudah, sudah sesuai semuanya sudah dimintai keterangan. Selesai,” tegas Roby. Menurutnya, Jesslyn saat ini berada di Bangkok dan dalam kondisi sehat. Kepastian ini sekaligus mengakhiri spekulasi yang sempat berkembang di masyarakat.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kronologi Kasus: Dari Laporan Penculikan hingga Pencabutan

Kasus ini bermula ketika sebuah laporan polisi diajukan ke Polres Metro Jakarta Pusat. Pelapor menyebut Jesslyn diculik saat menghadiri acara ulang tahun keluarga di sebuah restoran di Jakarta Pusat pada 13 Juli lalu. Polisi kemudian melakukan penyelidikan, termasuk memeriksa rekaman CCTV dari lokasi kejadian.

Pada 19 Juli, pelapor mencabut laporan dugaan penculikan tersebut. Meski laporan telah dicabut, polisi tetap melanjutkan penyelidikan untuk memastikan kebenaran di balik peristiwa itu. Hasilnya, polisi menemukan bahwa orang-orang yang membawa Jesslyn dari restoran merupakan suruhan ibunya sendiri.

“Ada orang-orang yang disuruh oleh ibunya, ibunya Jesslyn yang suruh,” ungkap Roby kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat (31/7). Fakta ini semakin memperkuat kesimpulan bahwa tidak ada tindak pidana penculikan dalam kasus ini.

Perjalanan Jesslyn ke Luar Negeri

Berdasarkan hasil penyelidikan, Jesslyn terbang ke luar negeri melalui beberapa kota. Dari lokasi kejadian, ia menuju Semarang, kemudian naik pesawat dari Bandara Ahmad Yani ke Malaysia, dan akhirnya melanjutkan perjalanan ke Bangkok. Perjalanan tersebut dilakukan bersama dengan ibunya dan tantenya.

“Jesslyn kami dapat informasi dia mulai dari TKP, terus kemudian ke Semarang. Kemudian naik pesawat dari Bandara Ahmad Yani ke Malaysia, lanjut ke Bangkok. Itu bersama dengan ibunya dan tantenya,” jelas Roby. Polisi memastikan bahwa seluruh rangkaian perjalanan tersebut dilakukan atas kesadaran sendiri dan tidak ada paksaan dari pihak mana pun.

Tidak Ada Unsur Pidana, Kasus Ditutup

Dengan selesainya penyelidikan dan tidak ditemukannya unsur pidana, maka kasus ini resmi ditutup. Polres Metro Jakarta Pusat akan segera mengeluarkan surat perintah penghentian penyelidikan (SP3) setelah gelar perkara dilakukan. Langkah ini diambil demi kepastian hukum dan untuk menghindari polemik yang berkepanjangan.

Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar. Polisi mengimbau agar publik tidak mudah percaya pada isu-isu yang belum tentu kebenarannya, terutama yang berkaitan dengan tindak kriminal. Koordinasi dan verifikasi dengan pihak berwenang sangat diperlukan untuk mencegah kesimpangsiuran informasi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga