Kaca KRL Bekasi-Kampung Bandan Retak Diduga Lemparan Batu, KAI Cek CCTV
Kaca KRL Bekasi-Kampung Bandan Retak, KAI Cek CCTV

Kaca pintu Commuter Line relasi Bekasi-Kampung Bandan dilaporkan retak dan diduga akibat lemparan batu. KAI Commuter kini tengah menelusuri rekaman CCTV untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

Kronologi Kejadian di Stasiun Bekasi

Insiden ini pertama kali diketahui saat rangkaian KRL nomor 5153B berada di Stasiun Bekasi pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 17.38 WIB. Masinis yang sedang bersiap memindahkan kabin mendapati salah satu kaca pintu di kereta kedelapan dalam kondisi retak. Setelah itu, petugas segera berkoordinasi dengan unit terkait untuk melakukan pemeriksaan keamanan rangkaian sebelum perjalanan dilanjutkan.

Menurut Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, dugaan awal retaknya kaca disebabkan oleh benturan benda dari luar rangkaian. "Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, retaknya kaca pintu diduga disebabkan oleh benturan benda dari luar rangkaian. Namun demikian, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam proses penelusuran oleh petugas," ujarnya kepada wartawan, Selasa (4/8/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penyisiran Jalur dan Penundaan Perjalanan

Setelah insiden terungkap, petugas KAI langsung melakukan penyisiran di sekitar jalur kereta untuk mencari benda atau bukti lain yang berkaitan dengan dugaan pelemparan. Commuter Line 5153B akhirnya melanjutkan perjalanan kembali pada pukul 17.42 WIB, hanya berselang empat menit dari temuan awal. Meski demikian, perjalanan sempat mengalami penyesuaian waktu sekitar delapan menit.

Rangkaian KRL tersebut kemudian dijadwalkan menjalani perbaikan di Stasiun Manggarai. KAI Commuter memastikan bahwa keselamatan dan keamanan pengguna tetap menjadi prioritas utama. "Setiap laporan mengenai kondisi sarana akan segera ditindaklanjuti sesuai prosedur untuk memastikan perjalanan tetap aman dan andal," tambah Leza.

Peringatan dan Ancaman Tindakan Tegas

KAI Commuter mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat membahayakan perjalanan kereta, termasuk melempar benda ke arah rangkaian. Tindakan tersebut tidak hanya membahayakan keselamatan pengguna dan petugas, tetapi juga mengganggu operasional perjalanan kereta api.

Leza menegaskan bahwa jika dari hasil pemeriksaan lanjutan atau bukti CCTV dipastikan terjadi pelemparan batu, pihaknya akan bertindak tegas. "Kami akan bertindak tegas termasuk penegasan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran hukum dan membahayakan keselamatan perjalanan kereta serta pengguna," imbuhnya.

Hingga berita ini diturunkan, KAI Commuter masih melakukan penelusuran lebih lanjut untuk mengidentifikasi pelaku atau penyebab pasti retaknya kaca tersebut. Masyarakat diharapkan turut menjaga fasilitas umum dan melaporkan jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar jalur kereta.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga