Kronologi Kejadian
Seorang dokter internship atau magang berinisial SZM ditemukan tewas setelah diduga melompat dari sebuah apartemen di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, pada Minggu (26/7) lalu. Peristiwa tragis ini terjadi di lantai 18 tempat tinggal korban bersama ibunya.
Kapolsek Pancoran Kompol Mansur menjelaskan bahwa sebelum kejadian, korban sempat diajak oleh ibunya untuk pergi ke mal, namun korban menolak. Ibu korban kemudian pergi sendiri. Setelah ibunya pergi, korban mengunci pintu dari dalam dan diduga melompat dari jendela apartemen.
"Nah, setelah pergi (ibunya pergi), pintu dikunci dari dalam oleh si korban. Terus, di situlah akhirnya si korban ini lompat dari jendela untuk mengakhiri hidupnya, dari lantai 18," kata Mansur kepada wartawan, Senin (27/7).
Penemuan oleh Sekuriti
Insiden tersebut pertama kali diketahui oleh sekuriti apartemen yang mendengar suara seperti benda jatuh dari ketinggian. Saat diperiksa, sekuriti menemukan korban tergeletak di lokasi.
"Sekuriti itu dengar ada semacam benda jatuh, suaranya ketahuan kan, dari ketinggian 18 mungkin ini nya keras sekali kan. Ditengoklah ke samping, ternyata betul ada salah seorang yang tergeletak," tutur dia.
Petugas keamanan segera melaporkan temuan ini kepada kepolisian dan tim medis. Namun, nyawa korban sudah tidak tertolong.
Penyelidikan Polisi
Dari pendalaman sementara, Kompol Mansur menyatakan bahwa pihaknya belum menemukan indikasi keterlibatan orang lain dalam peristiwa tersebut. Korban diketahui sedang seorang diri di dalam unit saat kejadian.
"Enggak (ada indikasi didorong), dia sendirian di sana, dia lompatnya dari jendela," ucap Mansur.
Polisi masih menyelidiki motif di balik tindakan nekat korban. Berdasarkan keterangan dari lingkungan sekitar, korban diduga sering menunjukkan rasa ketakutan, meskipun penyebab pastinya masih dalam pendalaman.
"Kalau penyebab saat ini sedang dalam dalam lidik (penyelidikan), namun kita dapat informasi menurut keterangan sekitar sana bahwa mereka suka ada rasa ketakutan," kata dia.
Kompol Mansur menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan autopsi dan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab kematian serta faktor pemicu. Kasus ini menjadi perhatian publik, terutama terkait tekanan yang mungkin dialami oleh tenaga medis magang.
Polsek Pancoran mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil penyelidikan resmi. Sementara itu, keluarga korban telah menerima kejadian ini dan meminta privasi selama masa berkabung.



