Foto Razia Pajak di Tol Viral di Media Sosial
Sejak Kamis (23/7/2026) lalu, beredar foto di media sosial yang diklaim memperlihatkan operasi razia kepatuhan pajak di jalan tol. Foto tersebut menampilkan papan penanda bertuliskan "Operasi Razia Pajak 2026 Samsat Jabar" yang seolah-olah dipasang di salah satu ruas tol di Jawa Barat. Unggahan pertama kali muncul di akun Instagram dan kemudian menyebar ke platform X (sebelumnya Twitter).
Hasil Penelusuran: Ini Hoaks
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, foto tersebut dipastikan tidak benar. Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Ibrahim Tompo, menyatakan bahwa tidak ada operasi razia pajak di jalan tol pada tanggal yang disebutkan. “Kami tidak pernah melakukan operasi razia pajak di jalan tol. Foto itu hasil rekayasa,” ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (24/7/2026).
Ciri-ciri Foto Palsu
Tim Cek Fakta menemukan beberapa kejanggalan pada foto tersebut. Pertama, papan penanda dalam foto tidak sesuai dengan format resmi yang digunakan Samsat Jabar. Kedua, font dan tata letak papan berbeda dari standar operasi yang biasa dilakukan. Ketiga, tidak ada dokumentasi resmi dari pihak berwenang terkait kegiatan tersebut. Teknik analisis forensik digital juga menunjukkan adanya bekas suntingan pada bagian papan.
Dampak dan Tips Menghadapi Hoaks
Hoaks seperti ini dapat memicu keresahan di masyarakat, terutama bagi pengguna jalan tol yang khawatir terkena razia. Kepala Dinas Pendapatan Daerah Jawa Barat, Dr. H. Dedi Taufik, mengingatkan agar warga selalu memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya. “Pastikan sumber berita kredibel, jangan langsung percaya dengan postingan yang belum jelas asal-usulnya,” kata Dedi.
Penyebaran hoaks juga melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang bisa berakibat pidana. Masyarakat diimbau untuk melaporkan konten mencurigakan melalui aduan.id atau langsung ke polisi.
Kesimpulan
Foto razia kepatuhan pajak di jalan tol Jawa Barat adalah hoaks. Tidak ada operasi semacam itu pada tanggal yang beredar. Masyarakat diharapkan bijak dalam menyaring informasi dan tidak mudah terprovokasi oleh konten palsu.



