Warga Tangerang Konsumsi Ikan Cisadane Tercemar Pestisida, Cium Bau Solar
Warga Makan Ikan Cisadane Tercemar, Cium Bau Solar

Warga Tangerang Konsumsi Ikan dari Sungai Cisadane yang Tercemar Pestisida

Sebuah insiden pencemaran serius terjadi di Sungai Cisadane, Tangerang Raya, menyusul kebakaran di sebuah pabrik pestisida di wilayah Tangerang Selatan. Dampaknya, sejumlah ikan di aliran sungai ditemukan mati, memicu peringatan resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang agar masyarakat tidak mengonsumsi ikan dari sungai tersebut untuk sementara waktu.

Imbauan yang Terlambat dan Konsumsi Ikan yang Berisiko

Meski peringatan telah dikeluarkan, ternyata ada warga yang sempat mengambil dan mengonsumsi ikan dari Sungai Cisadane sebelum imbauan tersebut tersebar. Salah satunya adalah Roni, seorang warga berusia 52 tahun, yang ditemui di bantaran Sungai Cisadane, Kota Tangerang.

"Awalnya belum ada imbauan, saya makan saja seperti biasa. Tapi akhirnya ada bau-bau solar dari ikan itu. Sudah dimasak pun, baunya tetap tercium seperti solar," cerita Roni mengenai pengalamannya mengonsumsi ikan yang diduga tercemar pestisida.

Proses Pemilahan dan Pembuangan Ikan yang Telah Diambil

Roni mengaku telah mengambil beberapa ikan dari sungai dan membersihkannya sebelum akhirnya mengetahui adanya imbauan resmi. Menurut penuturannya, peringatan untuk tidak memakan ikan dari Sungai Cisadane baru muncul pada Senin malam pukul 23.00 WIB, tanggal 9 Februari 2026, yang disampaikan melalui RT dan RW setempat.

"Ikan sebenarnya enak, cuma ada baunya itu yang bikin tidak nyaman. Saya jadi takut. Akhirnya tidak jadi dimakan. Karena sudah dapat imbauan dari RT RW jam 23.00, ya terpaksa pasrah. Ikan yang sudah bersih, yang sudah di bak, di freezer, semuanya sudah saya buang. Sekitar satu sampai dua bak penuh," jelas Roni dengan nada menyesal.

Kekhawatiran Kesehatan dan Kondisi Fisik Setelah Konsumsi

Imbauan tersebut membuat Roni memutuskan untuk tidak lagi mengonsumsi ikan dari Sungai Cisadane. Dia mengungkapkan kekhawatirannya akan potensi penyakit yang mungkin timbul akibat mengonsumsi ikan yang tercemar bahan kimia berbahaya.

"Iya begitu, orang takut lah dapat imbauan seperti itu. Kalau kita tetap nekat makan, nanti bisa jadi penyakit," ujarnya.

Namun, Roni mengaku hingga saat ini belum merasakan gejala penyakit yang signifikan pasca mengonsumsi ikan tersebut. Dengan nada bercanda, ia menyebut bahwa keluhan pusing yang dirasakannya lebih berkaitan dengan kondisi keuangan sehari-hari.

"Tidak ada dampak khusus. Kalau ada mungkin dari faktor lain. Kalau ditanya pusing, ya saya jawab 'tiap hari saya pusing saja tidak punya uang'. Begitu biasanya saya jawab kalau sedang kesal. Mudah-mudahan saja semuanya aman-aman saja," tambah Roni sembari berharap tidak ada efek kesehatan jangka panjang.

Latar Belakang Pencemaran dan Dampak Lingkungan

Pencemaran Sungai Cisadane ini bermula dari kebakaran di sebuah pabrik pestisida di Tangerang Selatan. Insiden tersebut menyebabkan bahan kimia berbahaya mencemari aliran sungai, yang berdampak pada ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat sekitar.

Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang telah mengeluarkan imbauan resmi sebagai langkah antisipatif untuk mencegah keracunan massal dan masalah kesehatan lainnya. Masyarakat dihimbau untuk tidak mengonsumsi ikan dari Sungai Cisadane sampai kondisi sungai dinyatakan aman oleh pihak berwenang.