Mengenal Devil Crab, Kepiting Beracun yang Dikonsumsi Vlogger Filipina
Devil Crab, Kepiting Beracun yang Dikonsumsi Vlogger Filipina

Mengenal Devil Crab, Kepiting Beracun yang Dikonsumsi Vlogger Filipina

Dalam dunia kuliner, terdapat berbagai hidangan eksotis yang menarik perhatian, namun tidak semuanya aman untuk dikonsumsi. Baru-baru ini, seorang vlogger Filipina menjadi sorotan setelah mengonsumsi devil crab atau kepiting setan, spesies yang dikenal beracun dan berpotensi mematikan. Kejadian ini mengingatkan kita akan pentingnya pengetahuan tentang makanan laut yang aman.

Apa Itu Devil Crab?

Devil crab, secara ilmiah dikenal sebagai Zosimus aeneus, adalah jenis kepiting yang hidup di perairan tropis, termasuk di wilayah Asia Tenggara seperti Filipina. Spesies ini sering disebut sebagai kepiting setan karena mengandung racun tetrodotoxin, senyawa yang sama ditemukan pada ikan buntal. Racun ini dapat menyebabkan kelumpuhan sistem saraf, kesulitan bernapas, dan bahkan kematian jika dikonsumsi dalam jumlah cukup.

Kepiting ini memiliki ciri-ciri fisik yang khas, seperti cangkang berwarna cokelat kehijauan dengan bercak-bercak gelap, yang seharusnya menjadi peringatan bagi para penggemar seafood. Namun, karena penampilannya yang mirip dengan kepiting lain yang aman, banyak orang yang tidak menyadari bahayanya.

Insiden Konsumsi oleh Vlogger Filipina

Vlogger tersebut, yang dikenal dengan konten kuliner ekstrem, mengunggah video dirinya mencoba devil crab di sebuah pasar lokal di Filipina. Dalam video itu, ia menggambarkan rasa kepiting sebagai unik dan sedikit pahit, tanpa menyadari risiko kesehatan yang mengintai. Setelah video viral, pihak berwenang setempat segera mengeluarkan peringatan kepada masyarakat untuk menghindari konsumsi devil crab.

Insiden ini memicu diskusi luas di media sosial tentang tanggung jawab konten kreator dalam mempromosikan makanan berbahaya. Banyak netizen mengkritik vlogger karena tindakannya yang dianggap ceroboh dan berpotensi meniru oleh pengikutnya.

Bahaya Racun Tetrodotoxin

Racun tetrodotoxin pada devil crab bekerja dengan menghambat saluran natrium di sel saraf, yang dapat menyebabkan gejala seperti:

  • Kesemutan dan mati rasa di sekitar mulut
  • Mual dan muntah
  • Kelemahan otot hingga kelumpuhan
  • Gangguan pernapasan yang berakibat fatal

Tidak ada penawar racun khusus untuk tetrodotoxin, sehingga perawatan medis berfokus pada dukungan pernapasan dan stabilisasi kondisi pasien. Konsumsi dalam dosis tinggi dapat berakibat kematian dalam hitungan jam.

Peringatan dari Ahli Kesehatan dan Otoritas

Para ahli kesehatan dan otoritas pangan di Filipina telah lama memperingatkan tentang bahaya devil crab. Mereka menekankan bahwa:

  1. Hindari mengonsumsi kepiting dengan warna atau bentuk yang tidak biasa tanpa konfirmasi keamanan.
  2. Selalu beli makanan laut dari sumber terpercaya yang telah melalui inspeksi.
  3. Edukasi masyarakat tentang spesies beracun melalui kampanye kesadaran publik.

Kejadian dengan vlogger ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap makanan laut beracun, tidak hanya di Filipina tetapi juga di negara-negara lain dengan keanekaragaman hayati laut yang serupa.

Dalam kesimpulan, devil crab adalah contoh nyata bagaimana ketidaktahuan dapat berujung pada risiko kesehatan serius. Sebagai konsumen, penting untuk selalu memprioritaskan keamanan pangan dan tidak tergoda oleh tren kuliner yang berbahaya. Mari kita jaga kesehatan dengan bijak dalam memilih makanan yang kita konsumsi.