Pegiat Ekonomi Kreatif Banten Keluhkan Minimnya Fasilitas Penunjang ke DPRD
Forum Ekonomi Kreatif (Fekraf) Provinsi Banten telah menyampaikan aspirasi terkait fasilitas penunjang yang masih kurang kepada Ketua DPRD Provinsi Banten, Fahmi Hakim. Dalam forum usai pelantikan pengurus Fekraf Banten periode 2025-2028, Fahmi Hakim menegaskan bahwa sektor ekonomi kreatif di Banten menunjukkan pertumbuhan yang kuat dan memerlukan dukungan kebijakan yang tepat.
Dukungan dari DPRD dan Kebutuhan Konkret
Fahmi Hakim menyatakan bahwa DPRD terbuka menerima masukan dari komunitas kreatif untuk diterjemahkan ke dalam program dan kebijakan daerah. "Silakan sampaikan kebutuhan konkret pelaku ekraf. Fasilitas, ruang kegiatan, sampai dukungan program. Itu bisa jadi bahan kami dalam fungsi penganggaran dan pengawasan," ujarnya usai pelantikan pengurus Fekraf Banten di Gedung DPRD Banten, Kota Serang, Jumat (13/2/2026).
Sementara itu, Ketua Umum Forum Ekonomi Kreatif Banten, M. Irfan, mengungkapkan bahwa jumlah dan kualitas pelaku ekonomi kreatif di Banten terus bertumbuh, namun belum diimbangi dengan ketersediaan sarana yang memadai. "Pelaku kreatif makin banyak. Tapi fasilitas seperti space dan venue masih kurang. Padahal Serang ini jadi titik temu komunitas dari banyak daerah," katanya.
Peran Fekraf sebagai Jembatan Kolaborasi
Irfan menegaskan bahwa Fekraf ingin menjadi jembatan antara pelaku ekonomi kreatif dengan pemerintah. "Kami ingin Fekraf jadi ruang diskusi, ruang tukar ide, dan jembatan komunikasi. Tanpa kolaborasi dan aksi bersama, ekraf tidak bisa maju cepat," jelasnya.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Eli Susiyanti, juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam pengembangan ekonomi kreatif. "Kita tidak bisa berdiri sendiri. Harus berkolaborasi dan bersinergi seluruh elemen, baik pemerintah pusat, provinsi, dunia usaha, komunitas, media, akademisi, dan lainnya," kata Eli.
Potensi Subsektor Ekonomi Kreatif di Banten
Eli mengungkapkan bahwa dari 17 subsektor ekonomi kreatif, di Banten saat ini baru tiga yang tumbuh paling pesat, yaitu kuliner, fashion, dan kriya. Oleh karena itu, subsektor lain perlu didorong agar ikut menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.
"Masih banyak peluang untuk mendongkrak perekonomian Banten melalui subsektor ekonomi kreatif lainnya. Walaupun ada kendala, kalau dikerjakan bersama kita optimistis bisa naik," ujarnya, menegaskan optimisme terhadap masa depan sektor ini di provinsi tersebut.