Korban tewas dalam kebakaran hebat yang melanda sebuah bar di Bangkok, Thailand, bertambah menjadi sedikitnya 30 orang. Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt berjanji akan memperketat pemeriksaan keselamatan, sementara kepolisian menyelidiki dugaan kelalaian dan pelanggaran standar keselamatan yang menyebabkan tragedi ini.
Kebakaran Malam Minggu yang Mematikan
Kebakaran terjadi pada Minggu (12/7/2026) malam di bar dan restoran Rong Beer Na Lat Phrao, saat pertunjukan live music tengah berlangsung. Api dengan cepat membesar, memicu kepanikan di antara para pengunjung yang berlarian menyelamatkan diri. Beberapa korban bahkan terlihat berlari dengan pakaian yang terbakar. Para saksi mata melaporkan adanya ledakan, semburan api, dan asap tebal yang memenuhi seluruh bangunan satu lantai tersebut.
Kebakaran ini tercatat sebagai salah satu yang paling mematikan di Thailand dalam beberapa tahun terakhir. Pada Senin (13/7) dini hari, sedikitnya 27 orang dinyatakan tewas di lokasi, sementara satu orang lainnya meninggal dunia akibat luka-luka. Kini, jumlah korban jiwa terus bertambah.
Korban Meninggal Bertambah
Kantor distrik Chatuchak di Bangkok, seperti dilansir AFP dan Reuters pada Selasa (14/7/2026), melaporkan bahwa hingga Selasa pagi, jumlah korban tewas mencapai sedikitnya 30 orang. Tiga korban luka yang menjalani perawatan medis di rumah sakit setempat akhirnya meninggal dunia. Sebanyak 75 orang lainnya mengalami luka-luka, dengan 24 orang dalam kondisi kritis di rumah sakit.
Keluarga para korban tewas berkumpul di Rumah Sakit Umum Kepolisian pada Selasa (14/7) untuk mengambil jenazah orang-orang terkasih mereka. Sejumlah orang masih dilaporkan hilang, dan keluarga terus mencari. Hingga saat ini, tiga jenazah belum teridentifikasi.
Penyebab dan Investigasi
Gubernur Chadchart menyatakan bahwa sebagian besar korban kemungkinan meninggal akibat menghirup asap kebakaran. Otoritas Bangkok menduga korsleting listrik pada unit pendingin udara (AC) di langit-langit menjadi pemicu kebakaran. Bar tersebut telah menjalani pemeriksaan keselamatan pada April lalu.
Pihak kepolisian sedang menyelidiki apakah akses jalan keluar terhalang serta menelusuri penggunaan bahan mudah terbakar untuk dekorasi panggung dan peredam suara. "Kami telah membentuk komite untuk menyelidiki fakta yang sebenarnya, menentukan apa yang perlu diperbaiki, dan aturan mana yang harus diubah. Kami akan lebih sering melakukan pemeriksaan acak," kata Gubernur Chadchart. Kepolisian setempat melaporkan bahwa sejauh ini 34 orang telah dimintai keterangan terkait kebakaran tersebut.
Bar yang terbakar terletak di persimpangan ramai dekat stasiun kereta dan dua pusat perbelanjaan di Bangkok, dan merupakan salah satu dari deretan bar serupa yang kerap dipadati pengunjung pada malam akhir pekan.



