Warga Cium Bau Menyengat Diduga Gas Berbahaya dari Gorong-gorong Jaktim
Bau Gas Menyengat dari Gorong-gorong Jaktim Sebelum Tiga Pekerja Tewas

Seorang pedagang air di sekitar lokasi gorong-gorong di Jakarta Timur, Ferdi (31), menjadi saksi mata tewasnya tiga pekerja proyek. Ia mengaku pernah membantu membuka penutup gorong-gorong beberapa jam sebelum insiden terjadi, dan mencium bau menyengat yang diduga berasal dari gas berbahaya di dalamnya.

Kronologi Sebelum Insiden

Ferdi menceritakan bahwa jauh sebelum insiden terjadi pada Kamis (9/7), ia membantu seorang pekerja membuka penutup gorong-gorong. Setelah dibuka, gorong-gorong dibiarkan terbuka selama sekitar tiga jam. Saat itu, Ferdi bertanya kepada pekerja mengapa mereka tidak segera masuk. Pekerja tersebut menjawab, "Belum, mandor juga belum datang. Gasnya biar keluar dulu, Mas."

Rasa penasaran membuat Ferdi mendekat ke lubang gorong-gorong. Ia mengaku mencium aroma menyengat yang kuat. "Saya tanya, 'Memang bergas, Bang?' Dia bilang, 'Bergas.' Saya juga sempat periksa, oh iya ya, baunya menyengat," ujarnya kepada detikNews di Kawasan Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (11/7/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Insiden Tewasnya Tiga Pekerja

Berbeda dengan pemeriksaan sebelumnya, pada insiden yang menewaskan tiga pekerja, para korban diduga langsung masuk ke dalam gorong-gorong tanpa menunggu gas keluar. Menurut Ferdi, seorang pekerja pertama masuk dan tidak merespons panggilan dari atas. Rekan-rekannya kemudian bergantian turun untuk menolong, namun ikut menjadi korban.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (9/7). Petugas pemadam kebakaran (damkar) menerima permohonan evakuasi pukul 09.49 WIB dan berhasil mengevakuasi korban sekitar pukul 11.55 WIB.

Pernyataan Gubernur DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengonfirmasi bahwa salah satu pekerja yang tewas adalah warga negara asing (WNA). Ia menyebut ketiganya merupakan pekerja subkontraktor atau pihak ketiga yang tengah mengerjakan proyek. "Saya sudah mendapatkan laporan dari Dirut PAM Jaya. Memang betul ada tiga orang," kata Pramono di kawasan Cawang, Jakarta Timur, Jumat (10/7).

Lokasi kejadian kini telah dipasang garis polisi untuk penyelidikan lebih lanjut. Insiden ini menambah daftar kecelakaan kerja di Jakarta yang melibatkan gas berbahaya di ruang terbatas.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga