Kebakaran hebat melanda sebuah rumah panggung sederhana di Kampung Babakan Bandung, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (23/7/2026) malam sekitar pukul 19.30 WIB. Tiga anak kakak beradik yang tengah terlelap di dalam satu kamar tewas terjebak kobaran api yang membesar dengan cepat. Rumah tersebut rata dengan tanah.
Kapolsek Nyalindung, Iptu M. Yanuar Fajar, mengonfirmasi bahwa ketiga korban adalah Aljenar Malik Saputro (siswa SD), Saka Asadek (siswa PAUD), dan Shakila Almahira Quenza (balita). Mereka adalah saudara kandung yang tinggal bersama neneknya, Nia Kurniasih (59), di wilayah tersebut. Ketiganya ditemukan meninggal dunia dalam satu ruangan setelah tertimbun material kayu bangunan yang terbakar.
Kronologi Kebakaran
Menurut penjelasan Kapolsek, peristiwa bermula dari pemadaman aliran listrik yang melanda wilayah tersebut sejak pukul 18.00 WIB. Dalam kondisi gelap gulita, Aljenar, kakak tertua, sempat menyalakan lilin di ruang tamu sebagai penerangan darurat sebelum akhirnya beranjak tidur. "Tadi kejadian kurang lebih pukul 19.30, di mana kronologi anak pertama menyalakan lilin di ruang tamu karena kondisi lagi mati lampu. Nah, setelah menyalakan lilin, kemudian tidur dan terjadilah kebakaran," ungkap Fajar kepada detikJabar di lokasi kejadian.
Kondisi Korban dan Penanganan
Fajar menambahkan bahwa luka bakar yang dialami korban hampir 100 persen, bahkan beberapa bagian organ tubuh hilang. "Betul, tadi jadi semuanya itu tidur di satu kamar. (Terkunci atau tidak?) itu masih kita dalami karena kita sementara ini fokus ke penanganan korban. Luka bakar yang dialami korban hampir 100 persen ya malah ada beberapa bagian organ tubuh yang hilang," ungkapnya.
Pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti kebakaran dan apakah pintu kamar terkunci saat kejadian. Saat ini fokus utama adalah penanganan korban dan evakuasi. Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan akibat penggunaan lilin saat pemadaman listrik.



