Tiga warga sipil tewas diduga dibunuh anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) di sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Senin (20/7/2026). Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol (Inf.) Wirya Arthadiguna, dalam siaran pers resmi yang dikutip dari Antara, Rabu (22/7/2026), menyatakan korban terdiri dari sepasang suami istri dan seorang perempuan dari Suku Unaukam.
OPM Klaim Bertanggung Jawab
Wirya mengungkapkan bahwa aksi penganiayaan itu diduga dilakukan kelompok OPM pimpinan Kopitua Heluka, yang merupakan Danops Kodap Yahukimo. Informasi soal kejadian tersebut juga sempat dipublikasikan oleh OPM melalui Manajemen Markas Pusat Komnas Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB). "Dalam informasi itu mereka mengeklaim bertanggung jawab atas penembakan yang mengakibatkan tiga warga sipil meninggal dunia," ungkap Wirya.
Langkah TNI: Penyelidikan dan Pengejaran
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Koops TNI Habema terus berkoordinasi dengan aparat terkait untuk melakukan penyelidikan, pengejaran, dan penegakan hukum terhadap para pelaku sesuai ketentuan yang berlaku. "Koops TNI Habema akan terus bekerja secara selektif, terukur, profesional, dan sesuai hukum untuk menghadirkan rasa aman bagi masyarakat serta memastikan para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya," ujar Wirya.
Perkuat Pengamanan Wilayah
Hingga saat ini, pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih rinci terkait kronologi aksi penganiayaan itu. Koops Habema masih fokus mencari informasi tentang keberadaan pelaku. Di saat yang sama, Koops Habema juga akan memperkuat pengamanan di wilayah demi memberikan rasa aman terhadap masyarakat sekitar.



