Seekor harimau diduga menerkam sapi ternak milik warga di Desa Sungai Danai, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Peristiwa ini memicu kekhawatiran masyarakat dan berujung pada kebijakan meliburkan sekolah-sekolah di daerah tersebut untuk sementara waktu.
Kronologi Kejadian
Kapolsek Pulau Burung, Iptu Danu Hidayat, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa warga menemukan jejak kaki yang diduga milik harimau di sekitar lokasi kejadian. "Kejadian di Sungai Danai beberapa hari lalu. Jadi masyarakat sadar ada jejak diduga harimau di sana, ini masih diduga karena ada ternak hilang dan diterkam," kata Danu kepada detikSumut, Selasa (28/7/2026).
Menindaklanjuti laporan warga, pihak kepolisian segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan setempat dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau. Personel Polsek Pulau Burung juga telah turun ke lokasi untuk melakukan antisipasi terhadap kemungkinan insiden lanjutan.
Dampak terhadap Aktivitas Sekolah
Dinas Pendidikan Indragiri Hilir mengambil langkah cepat dengan meliburkan seluruh aktivitas belajar-mengajar. Kebijakan ini berlaku bagi guru, tenaga kependidikan, dan seluruh murid. Anak-anak sekolah diberikan tugas untuk dikerjakan di rumah mulai hari ini hingga batas waktu yang belum ditentukan. "Sekolah juga diliburkan terhitung sejak hari ini. Kami dapat informasi berdasarkan surat dari Dinas Pendidikan setelah dapat laporan dari pihak desa," ujar Kapolsek Danu.
Langkah ini diambil guna mencegah adanya korban jiwa akibat kemunculan satwa liar yang masih berkeliaran di sekitar pemukiman. Pihak berwenang terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan BKSDA Riau untuk menangani situasi.
Upaya Penanganan dan Antisipasi
Selain meliburkan sekolah, tim gabungan dari kepolisian, BKSDA, dan pemerintah desa melakukan patroli di area yang diduga menjadi jalur lintasan harimau. Masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas sendirian di area perkebunan atau semak belukar, serta segera melapor jika melihat tanda-tanda keberadaan harimau.
Kasus kemunculan harimau di permukiman bukan kali pertama terjadi di Riau. Konflik antara manusia dan satwa liar kerap dipicu oleh menyusutnya habitat alami akibat deforestasi dan perluasan lahan perkebunan. Pihak BKSDA Riau masih menyelidiki apakah harimau tersebut berasal dari kawasan hutan lindung atau mengalami perpindahan dari habitat aslinya.



