Grup band Radja membagikan strategi mereka bertahan selama 25 tahun di tengah gempuran musisi baru dan perubahan selera pasar. Vokalis Ian Kasela mengaku bahwa kunci utama adalah menjaga identitas musik sambil tetap terbuka terhadap pembaruan.
Perdebatan Internal Soal Arah Musik
Ian Kasela mengungkapkan bahwa dirinya kerap berdiskusi dengan gitaris Moldy mengenai arah musik Radja. Perbedaan pandangan muncul antara keinginan untuk mengikuti tren kekinian dan mempertahankan ciri khas band.
“Ini sebenarnya menjadi salah satu perdebatan gue sama Moldy. Mas Moldy pengin upgrade, pengin lebih kekinian. Tapi gue bilang jangan melupakan warna kita,” kata Ian saat ditemui di daerah Blok M, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2026).
Merangkul Semua Generasi
Meskipun ada perbedaan pendapat, Radja sepakat untuk tetap merangkul pendengar dari generasi baru tanpa mengabaikan penggemar setia yang telah mendukung mereka sejak awal. Menurut Ian, keseimbangan ini menjadi resep kesuksesan band yang telah melahirkan banyak lagu hits sepanjang karier mereka.
Radja dikenal sebagai salah satu band pop-rock yang konsisten berkarya sejak awal 2000-an. Mereka telah merilis belasan album dan puluhan singel yang menjadi favorit masyarakat Indonesia.
Konser Spesial dan Harga Tiket
Sebagai bagian dari perayaan 25 tahun perjalanan musiknya, Radja akan menggelar konser spesial. Tiket konser tersebut dijual dengan harga bervariasi, mulai dari Rp250.000 hingga Rp8 juta, menawarkan pengalaman berbeda bagi para penggemar.
Konser ini diharapkan menjadi ajang reuni antara Radja dan penggemar setia, sekaligus memperkenalkan musik mereka kepada pendengar baru. Ian menambahkan bahwa persiapan konser sudah berlangsung matang, termasuk pemilihan lagu-lagu yang mewakili perjalanan panjang band.
Tantangan Industri Musik Saat Ini
Industri musik Indonesia terus berubah dengan cepat, terutama dengan hadirnya platform digital dan media sosial. Banyak musisi baru bermunculan setiap hari, membuat persaingan semakin ketat. Namun, Radja berhasil bertahan dengan tetap setia pada akar musik mereka sambil beradaptasi dengan cara distribusi dan promosi modern.
Ian menekankan pentingnya konsistensi dan kerja keras. “Kami tidak pernah berhenti belajar dan berinovasi, tapi kami juga tidak mau kehilangan jati diri. Itulah yang membuat kami masih eksis sampai sekarang,” ujarnya.
Dengan pengalaman 25 tahun, Radja menjadi salah satu contoh band yang mampu melewati berbagai era musik. Mereka berharap dapat terus berkarya dan menginspirasi generasi berikutnya.



