Tiga Sopir Logistik Lompat ke Laut saat KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar
Sopir Logistik Lompat ke Laut dari KM Mutiara Sentosa 2

Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 mengawali pelayarannya dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Makassar pada Minggu (2/8) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Kapal yang mengangkut sekitar 250 penumpang itu kemudian dilaporkan terbakar di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, pada pagi hari. Sejumlah penumpang, termasuk tiga sopir ekspedisi logistik, nekat melompat ke laut demi menyelamatkan diri dari kobaran api.

Kronologi Tiga Sopir Logistik Melompat ke Laut

Dedi Mardiansyah, perwakilan perusahaan ekspedisi asal Makassar, menjadi salah satu pihak yang paling menantikan kabar dari dalam kapal. Ia menuturkan bahwa kabar kebakaran tersebut baru sampai ke telinganya pada pukul 07.00 WIB, saat ia sedang berada di bandara. Sejak menerima kabar itu, Dedi mengaku berada dalam ketidakpastian karena belum ada informasi apa pun mengenai kondisi tiga sopir logistiknya yang ikut menjadi penumpang kapal.

Ketiga sopir tersebut diketahui membawa dua kendaraan yang memuat logistik berukuran besar. Setelah menunggu hampir sepuluh jam, Dedi akhirnya mendapat kabar melegakan. "Tapi Alhamdulillah sore kita udah dapat kabar mereka selamat. Kalau sopir saya cuma tiga orang, dua kendaraan paket. Bawa logistik besar-besar," ujar Dedi di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Minggu (2/8).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dari cerita yang disampaikan rekannya, Dedi menuturkan bahwa ketiga sopir itu sempat merasakan detik-detik mencekam saat kebakaran semakin membesar. Mereka tidak punya pilihan selain melompat dari KM Mutiara Sentosa 2 menuju kapal evakuasi di tengah kondisi laut yang tidak bersahabat. "Ya, memang loncat. Karena posisi kapal yang evakuasi kan sangat jauh nih. Kapal yang evakuasi enggak bisa merapat karena faktor cuaca juga, ombak juga. Jadi harus lompat, semua penumpang lompat menuju ke kapal evakuasi," katanya.

Kapal Evakuasi Terkendala Cuaca dan Ombak Tinggi

Dedi menjelaskan, kapal evakuasi tidak bisa merapat langsung ke sisi KM Mutiara Sentosa 2. Kondisi cuaca buruk dan gelombang laut yang tinggi membuat kapal penyelamat harus menjaga jarak aman. Alhasil, seluruh penumpang yang berada di kapal, bukan hanya tiga sopir logistiknya, dipaksa untuk melompat ke laut dan berenang menuju kapal evakuasi.

Dalam situasi genting tersebut, Dedi bersyukur ketiga sopirnya telah mengenakan pelampung jauh sebelum insiden terjadi. Perlengkapan keselamatan itu menjadi pembeda antara hidup dan mati saat mereka terjun ke laut. "Sudah, masing-masing sudah safety semua. Ada pelampung semua," ujarnya.

Laporan Kebakaran dan Respons Tim SAR

Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 pertama kali dilaporkan ke Kantor SAR Surabaya oleh Syahbandar Tanjung Perak pada pukul 08.24 WIB. Satu menit kemudian, PT Atosim Lampung Pelayaran selaku operator kapal memberikan konfirmasi kepada petugas siaga. Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit menyatakan, "Kapal Penumpang Mutiara Sentosa 2 Rute Surabaya-Makasar dengan POB sekitar 250 orang terbakar."

Nakhoda kapal sebelumnya melaporkan bahwa kebakaran terjadi di ujung utara Madura pada kisaran pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Namun setelah laporan tersebut, komunikasi dengan nakhoda terputus dan tidak dapat dihubungi kembali. Tim SAR langsung bergerak dengan melakukan koordinasi untuk memastikan posisi kapal dan mempercepat proses evakuasi.

Pada pukul 08.30 WIB, Kantor SAR Surabaya berkoordinasi dengan Syahbandar Tanjung Perak untuk memastikan posisi terakhir kapal. Koordinasi berlanjut pada pukul 09.00 WIB antara Pos SAR Sumenep dengan Stasiun Radio Pantai (SROP) Kalianget. Upaya pelacakan kemudian membuahkan hasil ketika SROP berhasil berkomunikasi dengan Kapal Meratus Project 3 yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Posisi Kapal dan Data Evakuasi

Hasil komunikasi antara SROP dan Kapal Meratus Project 3 pada pukul 09.45 WIB memastikan posisi KMP Mutiara Sentosa 2 berada di titik koordinat 19 mil laut di utara Pulau Buruan, Sapudi. Pada saat itu, kondisi kapal sudah sangat kritis. "Kondisi kapal hampir terbakar habis dan penumpang kapal berada di anjungan dan haluan," ucap Nanang.

Proses evakuasi berlangsung sepanjang hari hingga malam. Hingga pukul 21.00 WIB, total 236 penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 telah dievakuasi. Sebanyak 231 orang dilaporkan selamat dan lima orang meninggal dunia. Dedi menyampaikan rasa syukurnya karena ketiga sopir logistiknya termasuk di antara penumpang yang selamat dalam musibah tersebut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga