OPM Serang Pekerja Proyek Jalan di Tolikara, 4 Orang Tewas
OPM Serang Pekerja Jalan di Tolikara, 4 Orang Tewas

Kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) dilaporkan kembali melancarkan aksi kekerasan dengan menyerang dan menembak sejumlah pekerja proyek jalan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wamena di Kali Kabur, Distrik Woniki, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan. Peristiwa berdarah tersebut terjadi pada Minggu (2/8) sekitar pukul 19.30 WIT dan mengakibatkan empat orang meninggal dunia.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil investigasi dan verifikasi lapangan yang dilakukan aparat gabungan TNI-Polri, penembakan tersebut dikonfirmasi dilakukan oleh OPM pimpinan Botak Wanimbo bersama kelompok Teranus Enumbi. “Aksi tersebut menyasar para pekerja PT Sutan Harauli Jaya (PT SHJ) yang tengah melaksanakan pembangunan infrastruktur jalan di wilayah tersebut,” kata Tri saat dikonfirmasi CNN Indonesia pada Senin (3/8).

Keempat korban tewas masing-masing bernama Arman Sibarani, Erlin Aritonang, Barengga, dan Alfonds. Dari jumlah itu, Barengga merupakan warga setempat yang berstatus Orang Asli Papua (OAP), sedangkan Arman, Erlin, dan Alfonds adalah pekerja proyek PT SHJ. Seluruh korban berada di lokasi saat kelompok bersenjata melancarkan serangan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pekerja Selamat Melarikan Diri ke Kanggime

Tri Purwanto menuturkan sejumlah pekerja lain berhasil menyelamatkan diri dengan melarikan diri menuju Distrik Kanggime. Setibanya di tempat yang dianggap aman, mereka segera melaporkan insiden tersebut kepada pihak perusahaan. Informasi itu kemudian diteruskan kepada aparat keamanan untuk ditindaklanjuti.

Pelaporan yang cepat dari para pekerja memungkinkan aparat gabungan segera bergerak ke lokasi. Respon cepat tersebut menjadi kunci agar proses evakuasi korban dapat dilakukan sesegera mungkin dan tidak menimbulkan korban tambahan.

Pasukan Gabungan Dikerahkan untuk Evakuasi

Untuk merespons kejadian itu, aparat gabungan yang terdiri atas Satgas Yonif 511/DY, Satgas Yonif 136/TS, Koramil Ilu, dan Polsek Ilu dikerahkan menuju lokasi penembakan. Mereka bertugas melakukan evakuasi terhadap seluruh korban maupun pekerja yang selamat. Operasi evakuasi pun berlangsung hingga seluruh korban meninggal dunia dan pekerja yang selamat dapat dibawa keluar dari lokasi kejadian.

Dalam operasi evakuasi tersebut tidak terdapat korban dari unsur aparat keamanan. Seluruh korban meninggal dunia maupun pekerja yang selamat telah dibawa keluar dari lokasi kejadian untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Saat ini, tiga jenazah korban disemayamkan di RSUD Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, sedangkan satu jenazah lainnya berada di RSUD Tolikara. Penempatan tersebut dilakukan untuk mempermudah proses identifikasi dan penanganan jenazah sebelum diserahkan kepada keluarga masing-masing.

Kodam XVII/Cenderawasih Mengecam Keras Aksi OPM

Kodam XVII/Cenderawasih mengecam keras aksi kekerasan yang dilakukan OPM. Tindakan tersebut dinilai telah merenggut nyawa warga sipil yang sedang bekerja membangun infrastruktur bagi kepentingan masyarakat Papua. “Tindakan tersebut tidak hanya mengancam keselamatan masyarakat, tetapi juga menghambat upaya percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan di wilayah Papua,” ujar Tri.

Serangan ini menjadi perhatian serius karena menyasar para pekerja yang bertugas membuka akses dan menghubungkan daerah-daerah terpencil di Papua Pegunungan. Pembangunan infrastruktur jalan merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan konektivitas dan kesejahteraan masyarakat setempat. Dengan adanya gangguan keamanan seperti ini, aparat keamanan diharapkan terus meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan terhadap proyek-proyek strategis di Papua.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga