Gempa Guncang Indonesia Dua Kali Jelang Akhir Pekan, BMKG Catat Getaran di Donggala dan Bogor
Gempa Guncang Indonesia Dua Kali Jelang Akhir Pekan

Gempa Hari Ini Guncang Indonesia Dua Kali Jelang Akhir Pekan

Gempa bumi kembali menggetarkan wilayah Indonesia pada hari Jumat, 13 Februari 2026, tepat menjelang akhir pekan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadinya dua kali lindu dalam rentang waktu tertentu, dengan getaran yang dirasakan di beberapa daerah.

Gempa Pertama di Donggala, Sulawesi Tengah

Gempa pertama terjadi pada pukul 08:06:57 WIB di wilayah Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah. Menurut data resmi dari BMKG, gempa ini memiliki kekuatan magnitudo 4,3 dengan kedalaman pusat gempa mencapai 10 kilometer. Episenter lindu terletak di laut, sekitar 48 kilometer barat laut dari Donggala, pada koordinat 0,05 Lintang Selatan dan 119,62 Bujur Timur.

Getaran gempa tersebut dirasakan dengan intensitas Modified Mercalli Intensity (MMI) II-III di daerah Donggala, menunjukkan guncangan yang cukup terasa oleh penduduk setempat namun tidak menimbulkan kerusakan signifikan berdasarkan laporan awal.

Gempa Kedua di Kota Bogor, Jawa Barat

Siang harinya, tepatnya pukul 13:27:48 WIB, gempa kembali terjadi, kali ini mengguncang wilayah Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. BMKG melaporkan bahwa gempa ini berkekuatan magnitudo 3,2 dengan kedalaman 7 kilometer. Pusat gempa berada di darat, sekitar 22 kilometer barat daya Kota Bogor, pada koordinat 6,72 Lintang Selatan dan 106,64 Bujur Timur.

Getaran gempa di Bogor juga dirasakan dengan intensitas MMI II-III, khususnya di daerah Kabandungan. Meskipun kekuatannya lebih kecil dibandingkan gempa di Donggala, lindu ini tetap menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat.

Pemahaman dan Antisipasi Gempa Bumi

Gempa bumi merupakan bencana alam yang sering terjadi di Indonesia, mengingat negara ini berada di wilayah rawan gempa akibat pertemuan lempeng tektonik. Menurut definisi dari BMKG, gempa bumi adalah peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi secara tiba-tiba di dalam kerak bumi, yang dapat menyebabkan patahan batuan.

Dampak gempa bumi bisa sangat merusak, termasuk goncangan tanah, likuifaksi, tanah longsor, hingga tsunami. Data global menunjukkan bahwa dalam kurun 1998-2017, gempa bumi menyebabkan sekitar 750 ribu kematian dan mempengaruhi lebih dari 125 juta orang di seluruh dunia.

Langkah-Langkah Tanggap Bencana

Meskipun gempa bumi tidak dapat dicegah, masyarakat dapat mengambil langkah-langkah antisipasi untuk mengurangi risikonya. Berikut adalah beberapa tips penting dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB):

  • Sebelum gempa: Pastikan struktur rumah aman, kenali jalur evakuasi, simpan nomor telepon darurat, dan siapkan perlengkapan seperti kotak P3K, senter, dan radio.
  • Saat gempa: Jika berada di dalam bangunan, lindungi diri di bawah meja; jika di luar, hindari bangunan, tiang listrik, dan rekahan tanah; jika di pantai, jauhi area pantai untuk menghindari tsunami.
  • Setelah gempa: Keluar dari bangunan dengan tertib, periksa korban luka, hindari bangunan yang rusak, dan dengarkan informasi resmi dari pihak berwenang.

Kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjadi kunci dalam menghadapi bencana gempa bumi, terutama di Indonesia yang rentan terhadap aktivitas seismik. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang tidak jelas sumbernya, dan selalu mengikuti arahan dari instansi terkait seperti BMKG dan BNPB.