Empat kapal membawa korban selamat dari kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Kapal-kapal itu diperkirakan bersandar pada Minggu malam hingga Senin dini hari setelah menempuh perjalanan dari perairan Pulau Sapudi, Sumenep, Madura.
Kepastian tersebut disampaikan oleh Regional Head Jawa PT Pelindo Regional 3, Purwanto Wahyu Widodo. Ia mengatakan, keempat kapal tersebut masih dalam perjalanan dan dijadwalkan tiba di Perak mulai pukul 23.00 WIB sampai 01.00 WIB. Seluruh korban selamat akan didata dan mendapatkan penanganan pertama setelah kapal bersandar.
"Empat (kapal). Informasi yang kami dapatkan empat, rencana nanti jam 23.00 WIB sampai jam 01.00 WIB itu sandar di Perak," kata Purwanto saat dikonfirmasi, Minggu (2/8/2026).
Kapal Basarnas Masih di Lokasi Kebakaran
Purwanto menjelaskan, tidak semua kapal evakuasi menuju Surabaya. Sebagian kapal membawa korban selamat ke Sumenep, yang lokasinya lebih dekat dengan titik kejadian. Hal ini dilakukan untuk mempercepat evakuasi dan memberikan akses cepat bagi korban yang membutuhkan pertolongan medis.
"Jadi ada yang di Sumenep. Terus ada Basarnas juga, kapalnya Basarnas. Jadi informasinya tadi Basarnas itu dapat info jam 09.00 pagi langsung berangkat ke TKP, ke titik koordinat kapal yang mengalami kebakaran itu. Langsung dievakuasi, tapi sampai sekarang tadi kami koordinasi dengan tim Basarnas belum ada info jam berapa balik ke sini, gitu," ujarnya.
Basarnas diketahui berangkat menuju titik koordinat kapal sejak Minggu pagi. Proses evakuasi berjalan bersamaan dengan upaya pemadaman api dan pencarian korban yang mungkin masih berada di sekitar kapal. Perjalanan dari perairan Pulau Sapudi ke Tanjung Perak memakan waktu cukup lama, sehingga kepastian jadwal kedatangan menjadi informasi penting bagi keluarga penumpang.
Kepanikan Penumpang Terekam Kamera
Rekaman video dari lokasi kejadian memperlihatkan kepanikan ratusan penumpang yang berdesakan di area anjungan dan haluan kapal. Mereka tampak mengenakan pelampung, sementara sebagian penumpang memilih melompat ke laut untuk menyelamatkan diri dari kobaran api. Suasana makin mencekam karena asap tebal mulai menyelimuti bagian kapal.
Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 terjadi di perairan Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Madura. Pulau Sapudi sendiri merupakan salah satu pulau yang berada di sisi timur Madura dan menjadi jalur pelayaran antarprovinsi yang cukup ramai. Insiden ini menyita perhatian karena melibatkan kapal penumpang yang mengangkut banyak orang.
Hingga saat ini, sedikitnya empat orang dilaporkan tewas dalam kejadian tersebut. Belum ada informasi resmi mengenai jumlah keseluruhan penumpang dan awak kapal, serta berapa orang yang berhasil diselamatkan. Tim gabungan masih terus bekerja di lokasi untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal.
Investigasi Penyebab Kebakaran
Polda Jawa Timur telah turun tangan untuk menyelidiki penyebab terbakarnya KM Mutiara Sentosa 2. Tim penyidik akan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di lapangan serta memeriksa kondisi kapal untuk mengetahui sumber api. Penyelidikan ini juga akan melibatkan ahli dari berbagai instansi terkait.
Proses investigasi penting untuk memastikan apakah kebakaran disebabkan oleh faktor teknis, kelalaian awak kapal, atau indikasi lain. Pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan Syahbandar dan perusahaan pelayaran pemilik kapal untuk memperoleh data lengkap. Hasil penyelidikan diharapkan bisa menjadi bahan evaluasi keselamatan pelayaran ke depan.
Sementara itu, PT Pelindo Regional 3 selaku pengelola Pelabuhan Tanjung Perak menyatakan siap menerima kedatangan kapal-kapal yang membawa korban selamat. Langkah-langkah evakuasi dan pendataan akan dilakukan di pelabuhan agar para korban segera mendapatkan perawatan lebih lanjut. Petugas medis dan ambulans disiagakan di area dermaga untuk memberikan pertolongan pertama bagi penyintas yang membutuhkan penanganan darurat.
Masyarakat diminta tetap tenang dan menunggu informasi resmi dari pihak berwenang. Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi dan investigasi masih terus berlangsung. Informasi terbaru akan disampaikan seiring perkembangan di lapangan.



