Petugas pemadam kebakaran (damkar) Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Andriyono, meninggal dunia saat menjalankan tugas memadamkan kebakaran sampah di lahan Jalan Penggilingan Baru 1, RT 13/03, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Sabtu (1/8) siang. Andriyono yang menjabat sebagai Kepala Regu Kelompok Cepu Sektor Cipayung mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Harapan Bunda setelah sempat mengeluh nyeri dada.
Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Megantara menyatakan almarhum memiliki riwayat penyakit jantung. "Almarhum diketahui memiliki riwayat penyakit jantung," kata Bayu dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (2/8/2026).
Pemadaman Berlangsung Sejak Pagi Hingga Siang
Bayu menjelaskan proses pemadaman api berlangsung cukup lama. Sejak pukul 07.00 hingga 11.35 WIB pada Sabtu, petugas terus berupaya memadamkan api di lokasi. Setelah api berhasil dikendalikan, dari pukul 12.00 WIB hingga Minggu pagi, petugas masih melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.
Andriyono ikut dalam operasi tersebut dan bertugas sebagai bagian dari regu pemadam. Ia berada di lapangan bersama rekan-rekannya sejak pagi hingga insiden terjadi.
Insiden saat Penyambungan Selang
Insiden bermula ketika Andriyono sedang melakukan penyambungan selang. Tiba-tiba ia mengeluhkan rasa nyeri di bagian dada. "Saat melakukan penyambungan selang, almarhum tiba-tiba mengeluhkan nyeri pada bagian dada," ujar Bayu seperti dikutip dari Antara.
Melihat kondisi Andriyono, rekan-rekannya segera meminta bantuan tim medis yang berada di lokasi untuk memberikan pertolongan pertama. Karena kondisinya tidak memungkinkan, ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Harapan Bunda di Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Tim Medis Lakukan RJP
Di rumah sakit, tim medis melakukan upaya resusitasi jantung paru (RJP) untuk menyelamatkan nyawa Andriyono. Namun, upaya itu tidak membuahkan hasil. Andriyono dinyatakan wafat pada pukul 13.30 WIB Sabtu (1/8).
Bayu mengatakan bahwa tim medis telah berupaya maksimal. Namun, karena kondisi almarhum yang memiliki riwayat penyakit jantung, nyawanya tidak tertolong.
Belasungkawa dan Hak-hak Keluarga
Atas kejadian tersebut, Dinas Gulkarmat DKI Jakarta menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Bayu memastikan bahwa hak-hak keluarga almarhum akan dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kami sampaikan belasungkawa dan pasti memenuhi hak-hak keluarga almarhum sesuai ketentuan," katanya.
Andriyono dikenal sebagai Kepala Regu Kelompok Cepu Sektor Cipayung, Jakarta Timur. Kepergiannya menjadi duka mendalam bagi jajaran pemadam kebakaran DKI Jakarta yang kehilangan salah satu personelnya di lapangan.



