Nirmal Purja Meninggal Dunia saat Ekspedisi di Broad Peak
Nirmal Purja Meninggal Dunia saat Ekspedisi di Broad Peak

Longsoran salju yang menerjang rombongan ekspedisi di Broad Peak, Pakistan, pada Kamis (30/7/2026) menewaskan pendaki legendaris Nirmal Purja, atau yang akrab disapa Nims Dai. Menurut laporan Kompas.com, insiden tersebut terjadi di ketinggian sekitar 7.000 meter saat tim yang beranggotakan sepuluh orang tengah berusaha mencapai puncak.

Broad Peak sendiri merupakan gunung dengan ketinggian 8.047 meter dan menempati peringkat ke-12 sebagai puncak tertinggi di dunia. Gunung ini berada di Pegunungan Karakoram, kawasan yang dikenal sangat ekstrem bagi aktivitas pendakian gunung tinggi.

Kronologi Longsoran Salju di Broad Peak

Berdasarkan informasi yang dihimpun, bencana terjadi ketika rombongan berada di ketinggian sekitar 7.000 meter. Pada ketinggian tersebut, kondisi salju dan es sangat dinamis. Longsoran salju (avalanche) dapat dipicu oleh berbagai faktor, antara lain tekanan beban lapisan salju di atas, pergerakan gletser, atau perubahan temperatur yang membuat struktur salju menjadi rapuh.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tim yang berjumlah sepuluh orang itu diduga terkena langsung gelombang salju yang turun dari lereng yang lebih tinggi. Kecepatan aliran salju dalam sebuah avalanche dapat mencapai ratusan kilometer per jam, sehingga ruang untuk menyelamatkan diri sangatlah sempit.

Profil Nirmal Purja, Sang Pendaki Legendaris

Nirmal Purja dikenal sebagai salah satu pendaki paling legendaris di dunia. Pria berkebangsaan Nepal ini sempat mengabdi di militer Inggris dan Gurkha sebelum memutuskan fokus menaklukkan puncak-puncak tertinggi di planet Bumi. Nama besarnya melambung berkat pencapaian rekor dalam pendakian cepat delapan ribu meter.

Meskipun memiliki banyak pengalaman, kejadian ini menunjukkan bahwa kecelakaan di gunung bisa terjadi pada siapa saja tanpa pandang bulu. Nims Dai selalu menekankan pentingnya menghormati alam dan tidak meremehkan kekuatan gunung. Sikapnya yang rendah hati dan penuh semangat membuatnya disegani oleh rekan-rekan sesama pendaki.

Karakteristik Broad Peak dan Bahaya Tersembunyi

Broad Peak terletak di Pegunungan Karakoram yang membentang di perbatasan Pakistan, India, dan China. Gunung ini memiliki bentuk puncak yang lebar dan landai, tetapi rute pendakiannya menyimpan banyak jebakan. Gletser yang retak, serac yang jatuh, serta longsoran salju menjadi ancaman yang tidak bisa dianggap remeh.

Secara teknis, Broad Peak sering dianggap sebagai salah satu "delapan ribuan" yang lebih mudah dibandingkan K2 yang berada tidak jauh darinya. Akan tetapi, banyak pendaki yang justru menemui ajal di lerengnya karena cuaca yang sangat tidak menentu dan risiko avalanche yang tinggi.

Mengapa Longsoran Salju Begitu Mematikan?

Longsoran salju terjadi ketika massa salju yang tidak stabil tiba-tiba bergerak menuruni lereng. Dalam sebuah ekspedisi gunung tinggi, faktor manusia seperti pilihan rute dan waktu pendakian sangat menentukan. Namun, sering kali bahkan pendaki berpengalaman sekalipun tidak dapat menghindari terjangan salju karena sifatnya yang sangat cepat dan sulit diprediksi.

Pada ketinggian 7.000 meter, suhu udara bisa turun drastis, membentuk lapisan kristal es yang longgar. Ketika lapisan atas salju mencair atau tertimpa beban tambahan, seluruh lapisan dapat runtuh. Fenomena ini sering disebut sebagai slab avalanche, yang merupakan salah satu jenis longsoran paling berbahaya karena dapat meluncur sangat jauh.

Kenangan dan Warisan Nims Dai

Banyak pendaki yang menganggap Nims Dai sebagai teladan dalam hal mentalitas juang. Ia terkenal dengan slogan-slogannya yang memotivasi, seperti "Dai" merupakan panggilan khas Nepal untuk kakak laki-laki. Kehadirannya kerap menjadi tenaga penggerak dalam setiap tim ekspedisi.

Warisan terbesar Nims Dai bukan hanya rekor-rekor yang pernah ia ukir, melainkan semangatnya yang membara untuk membuktikan bahwa keterbatasan manusia dapat ditembus dengan tekad dan kerja keras. Kepergiannya di Broad Peak akan selalu dikenang sebagai pengorbanan di gunung yang sangat ia cintai.

Duka Cita dari Komunitas Pendaki

Kabar kepergian Nirmal Purja langsung mengundang belasungkawa dari berbagai penjuru dunia. Para pendaki, fotografer alam, dan penggemar petualangan menyampaikan penghormatan terakhir melalui media sosial. Mereka mengaku kehilangan sosok inspiratif yang telah membuka jalan bagi banyak pendaki muda dari Nepal dan negara-negara lain.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Sampai berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi mengenai kondisi delapan anggota tim lainnya. Tim penyelamat dikabarkan berusaha menjangkau lokasi kejadian, namun medan yang sulit dan cuaca buruk menjadi kendala utama. Para pejabat setempat juga belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait proses evakuasi.

Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa mendaki gunung bukan sekadar soal fisik dan teknis, melainkan juga kesadaran penuh akan risiko yang ada. Bahkan dengan persiapan terbaik sekalipun, alam tetap memiliki kekuatan yang sulit ditebak. Kepergian Nims Dai menjadi duka mendalam sekaligus pelajaran berharga bagi seluruh komunitas pendakian di dunia.