Kebiasaan mengonsumsi makanan pedas ternyata tidak hanya memberikan sensasi rasa yang kuat, tetapi juga dikaitkan dengan peluang hidup lebih lama dan risiko penyakit jantung yang lebih rendah. Hal ini terungkap dalam sebuah studi yang dipublikasikan dalam Chinese Medical Journal pada tahun 2025.
Penurunan Risiko Penyakit Vaskular
Menurut studi tersebut, orang yang mengonsumsi makanan pedas setidaknya sekali dalam seminggu memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit vaskular dibandingkan mereka yang jarang atau tidak pernah mengonsumsinya. Penyakit vaskular adalah kelompok penyakit yang menyerang pembuluh darah, baik arteri maupun vena.
Manfaat paling nyata terlihat pada penurunan risiko penyakit jantung iskemik, yaitu kondisi ketika aliran darah menuju otot jantung berkurang sehingga dapat memicu nyeri dada hingga serangan jantung. Para peneliti menduga kandungan capsaicin dalam cabai berperan dalam memberikan efek protektif ini.
Mekanisme di Balik Manfaat Pedas
Capsaicin, senyawa yang memberi rasa pedas pada cabai, diketahui memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan. Senyawa ini juga dapat membantu meningkatkan metabolisme dan mengurangi penumpukan lemak di pembuluh darah. Beberapa penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa konsumsi pedas secara teratur dapat menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol jahat.
Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa konsumsi pedas harus disesuaikan dengan toleransi masing-masing individu. Bagi yang memiliki gangguan lambung atau pencernaan, konsumsi pedas berlebihan justru dapat memicu iritasi.
Kesimpulan
Studi ini menambah bukti bahwa makanan pedas, terutama yang berasal dari cabai, dapat menjadi bagian dari pola makan sehat. Namun, bukan berarti Anda harus langsung mengonsumsi cabai dalam jumlah besar. Kuncinya adalah konsumsi secara teratur dalam jumlah wajar sebagai bagian dari diet seimbang.



