Roti sourdough telah menjadi primadona di kalangan pecinta roti karena cita rasanya yang khas, tekstur lembut, dan proses pembuatannya yang mengandalkan fermentasi alami. Banyak yang meyakini bahwa sourdough adalah pilihan yang lebih sehat dibandingkan roti putih biasa. Lantas, benarkah anggapan tersebut? Menurut para ahli gizi, jawabannya adalah ya, tetapi dengan beberapa catatan penting.
Apa Itu Sourdough?
Sourdough adalah roti yang dibuat menggunakan starter alami, yaitu campuran tepung dan air yang difermentasi oleh ragi liar serta bakteri asam laktat. Berbeda dengan roti biasa yang menggunakan ragi instan, proses fermentasi sourdough berlangsung lebih lama. Selama fermentasi, mikroorganisme tersebut membantu menguraikan sebagian protein dalam tepung, termasuk gluten, sekaligus menghasilkan rasa sedikit asam yang menjadi ciri khas sourdough.
Manfaat Kesehatan Sourdough
Proses fermentasi alami pada sourdough memberikan beberapa keunggulan nutrisi. Pertama, fermentasi mengurangi kandungan fitat, senyawa yang dapat menghambat penyerapan mineral seperti zat besi, seng, dan magnesium. Dengan demikian, tubuh lebih mudah menyerap mineral-mineral tersebut. Kedua, sebagian gluten terurai selama fermentasi, sehingga sourdough seringkali lebih mudah dicerna bagi mereka yang sensitif terhadap gluten, meskipun tidak aman bagi penderita penyakit celiac.
Selain itu, indeks glikemik sourdough cenderung lebih rendah dibandingkan roti putih biasa. Ini berarti sourdough tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis, sehingga lebih baik untuk pengelolaan gula darah. Asam laktat yang dihasilkan selama fermentasi juga dapat meningkatkan ketersediaan antioksidan dalam roti.
Catatan Penting dari Ahli Gizi
Meskipun sourdough memiliki kelebihan, para ahli gizi mengingatkan bahwa tidak semua sourdough sama. Kandungan nutrisi sangat bergantung pada jenis tepung yang digunakan. Sourdough yang terbuat dari tepung terigu putih tetap memiliki serat dan nutrisi yang lebih rendah dibandingkan sourdough dari tepung gandum utuh. Pilihlah sourdough yang terbuat dari biji-bijian utuh untuk mendapatkan manfaat maksimal.
Selain itu, porsi tetap menjadi kunci. Sourdough tetaplah roti yang mengandung kalori dan karbohidrat. Konsumsi berlebihan tetap dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan masalah kesehatan lainnya. Para ahli menyarankan untuk mengonsumsi sourdough sebagai bagian dari pola makan seimbang, bukan sebagai makanan ajaib.
Terakhir, bagi penderita penyakit celiac atau alergi gluten yang parah, sourdough tidak aman dikonsumsi karena masih mengandung gluten meskipun dalam jumlah yang lebih rendah. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi sebelum memasukkan sourdough ke dalam diet khusus.



