Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan bahwa program revitalisasi sekolah harus menjangkau sekolah-sekolah di daerah tanpa membeda-bedakan status negeri maupun swasta. Hal ini disampaikan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada Kamis (23/7/2026).
Pendidikan Berkualitas untuk Semua Anak
Cucun menekankan bahwa anak-anak Indonesia berhak mendapatkan pendidikan yang mumpuni dan terbebas dari stunting. "Anak-anak kita harus tumbuh dalam kondisi sehat, terbebas dari stunting dan masalah mental, memiliki kesempatan untuk bersekolah dengan baik, hidup dalam lingkungan yang aman, serta memiliki kesempatan berkembang secara optimal sebagai generasi penerus," ujar Cucun kepada wartawan, Jumat (24/7/2026).
Program Makan Bergizi Gratis Perlu Evaluasi Berkala
Pimpinan DPR Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) itu juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Cucun meminta adanya evaluasi berkala untuk menyempurnakan program tersebut. "MBG merupakan sebuah program besar yang baru, sehingga diperlukan evaluasi berkala untuk menyempurnakannya," kata Cucun. Ia menambahkan, "Sehingga kami mendukung evaluasi menyeluruh pada program MBG seperti arahan bapak Presiden. Dengan memperbaiki apa-apa yang kurang serta dengan tata kelola yang semakin baik, kita optimis cita-cita mulia dari MBG akan tercapai."
Pemerintah Diminta Perhatikan Sarana Prasarana Sekolah
Cucun menegaskan bahwa negara wajib memastikan sistem layanan pendidikan yang merata bagi seluruh anak Indonesia. Ia berharap pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap sarana dan prasarana pendidikan. "Bagaimana semua anak mendapatkan kualitas pendidikan yang sama. Pemerintah juga perlu memberi perhatian terhadap perbaikan sarana prasarana sekolah eksisting yang masih kurang dan memastikan ketersediaan guru di seluruh wilayah," jelasnya.
Revitalisasi Sekolah Jangan Diskriminatif
Wakil Ketua Umum PKB ini mengingatkan bahwa revitalisasi harus menyasar sekolah-sekolah di daerah dan tidak boleh ada diskriminasi antara sekolah negeri dan swasta. "Program revitalisasi harus terus menyasar sekolah di daerah-daerah, dan jangan sampai ada diskriminasi antara sekolah negeri dan swasta. Kualitas belajar mengajar yang baik akan menghasilkan generasi unggul," pungkasnya.



