Jepang dikenal sebagai negara dengan angka harapan hidup tertinggi di dunia. Pada 2019, Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) mencatat Jepang sebagai negara dengan jumlah penduduk berusia 100 tahun atau lebih (centenarian) terbanyak. Sebuah studi mengungkapkan bahwa Jepang memiliki sekitar 95.119 centenarian, dengan 88 persen di antaranya adalah perempuan.
Kebiasaan Sehat ala Jepang
Para ahli, termasuk dokter spesialis jantung, telah mengidentifikasi beberapa kebiasaan yang berkontribusi pada umur panjang masyarakat Jepang. Kebiasaan ini tidak hanya membantu mereka hidup lebih lama, tetapi juga lebih sehat hingga usia lanjut.
Salah satu faktor utama adalah pola makan. Masyarakat Jepang cenderung mengonsumsi makanan rendah lemak jenuh, kaya akan ikan, sayuran, dan kedelai. Mereka juga membiasakan diri makan dalam porsi kecil dan mengunyah makanan secara perlahan.
Aktivitas Fisik dan Gaya Hidup
Selain pola makan, aktivitas fisik juga menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Banyak orang Jepang yang berjalan kaki atau bersepeda sebagai moda transportasi utama. Mereka juga sering melakukan peregangan atau senam ringan, terutama di pagi hari.
Faktor sosial juga tidak kalah penting. Masyarakat Jepang memiliki ikatan sosial yang kuat, yang membantu mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan mental. Mereka sering berkumpul dengan keluarga dan tetangga, serta aktif dalam kegiatan komunitas.
Dampak pada Kesehatan Global
Tingginya angka harapan hidup di Jepang menjadi contoh bagi negara-negara lain. Banyak penelitian yang dilakukan untuk memahami lebih dalam faktor-faktor yang memengaruhi umur panjang, termasuk genetika, lingkungan, dan gaya hidup.
Dengan meniru kebiasaan sehat ini, diharapkan angka harapan hidup di berbagai negara dapat meningkat. Namun, perlu diingat bahwa setiap individu memiliki kondisi kesehatan yang berbeda, sehingga konsultasi dengan tenaga medis tetap diperlukan sebelum mengadopsi kebiasaan baru.



