Media sosial X baru-baru ini ramai dengan perbincangan mengenai layanan cabut gigi yang disebut-sebut ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Percakapan ini bermula dari pertanyaan seorang warganet dengan akun @di******n_ yang menanyakan biaya cabut gigi di puskesmas. "Harga cabut gigi berapa si di puskesmas," tulisnya pada Jumat (17/7/2026). Pertanyaan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari warganet lain yang menyatakan bahwa layanan cabut gigi bisa ditanggung BPJS secara gratis, asalkan gigi yang akan dicabut dalam kondisi sakit.
Penjelasan Lebih Lanjut
Menurut informasi yang beredar, BPJS Kesehatan memang menanggung biaya cabut gigi, namun tidak untuk semua kasus. Layanan ini hanya diberikan jika gigi tersebut sakit dan memerlukan tindakan medis, seperti infeksi atau kerusakan parah yang tidak bisa dirawat lagi. Warganet yang menanggapi juga menekankan bahwa prosedur ini harus dilakukan di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS, seperti puskesmas atau rumah sakit rujukan.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari BPJS Kesehatan mengenai viralnya obrolan ini. Namun, aturan yang berlaku memang menyebutkan bahwa tindakan medis tertentu, termasuk cabut gigi, termasuk dalam paket manfaat BPJS Kesehatan. Meski demikian, peserta tetap harus mengikuti prosedur yang berlaku, seperti membawa kartu BPJS aktif dan mendapatkan rujukan jika diperlukan.
Dampak dan Tanggapan
Viralnya informasi ini menuai beragam reaksi dari warganet. Banyak yang merasa terbantu dengan adanya informasi bahwa cabut gigi bisa gratis melalui BPJS. Namun, ada juga yang mengingatkan agar tidak salah kaprah, karena tidak semua jenis cabut gigi ditanggung. Misalnya, cabut gigi untuk tujuan estetika atau pemasangan gigi palsu biasanya tidak termasuk dalam jaminan.
Seorang warganet bernama @user123 berkomentar, "Penting untuk tahu syaratnya. Jangan sampai kecewa di puskesmas karena gigi sehat tapi minta dicabut, pasti tidak ditanggung." Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman tentang manfaat BPJS perlu disosialisasikan lebih luas agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.



