SPPG Binuang di Polman Ditutup Sementara Pasca Insiden Keracunan 16 Siswa SD
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Binuang Paku di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, resmi ditutup sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan ini diambil menyusul laporan 16 murid SDN 010 Paku yang mengalami gejala mual dan muntah setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur tersebut.
Surat Penutupan dan Investigasi Berjalan
Penutupan sementara ini tertuang dalam surat resmi BGN nomor 439/D.TWS/02/2026, yang ditandatangani pada 14 Februari 2026 oleh Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan, Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III, Rudi Setiawan. Koordinator Wilayah BGN Polman, Muh Firman Jaelani, mengonfirmasi bahwa penutupan berlaku hingga hasil pemeriksaan laboratorium sampel makanan dari Dinas Kesehatan keluar.
"Iya betul, SPPG Binuang Paku diberhentikan sementara operasinya," ujar Jaelani melalui sambungan telepon pada Minggu, 15 Februari 2026. Saat ini, pihak BGN masih menunggu hasil analisis sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan tersebut.
Persyaratan yang Harus Dipenuhi
Selain menunggu hasil laboratorium, SPPG Binuang Paku juga diwajibkan untuk melengkapi sejumlah dokumen penting sebelum dapat beroperasi kembali. Persyaratan tersebut meliputi:
- Sertifikat Laik Sehat (SLS) untuk menjamin keamanan dan kebersihan makanan.
- Sertifikat Halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) untuk memastikan produk sesuai dengan standar kehalalan.
Pemenuhan persyaratan ini dinilai krusial untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
Kronologi Insiden Keracunan
Insiden keracunan terjadi pada Sabtu, 14 Februari 2026 pagi, ketika 16 siswa SDN 010 Paku menyantap MBG yang terdiri dari bubur kacang hijau dan susu yang dikemas dalam ompreng. Tak lama setelah makan, para siswa mulai mengeluhkan gejala mual dan muntah, yang diduga kuat akibat keracunan makanan.
Kejadian ini menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap penyelenggaraan program makan bergizi gratis, terutama dalam hal keamanan pangan. Penutupan sementara SPPG Binuang Paku diharapkan dapat menjadi langkah preventif sambil menunggu klarifikasi penyebab pasti keracunan.
Pihak berwenang terus memantau perkembangan kasus ini dan akan mengambil tindakan lebih lanjut berdasarkan hasil investigasi yang komprehensif.