YLKI Kecam Insiden Penumpang Super Air Jet Ditinggal Pesawat Usai Delay 5 Jam
YLKI Kecam Penumpang Super Air Jet Ditinggal Pesawat

Sebuah insiden yang melibatkan penumpang maskapai Super Air Jet telah menjadi sorotan publik setelah viral di berbagai platform media sosial, termasuk Instagram dan X. Kejadian tersebut menceritakan seorang penumpang yang ditinggal pesawat usai melakukan protes karena penerbangannya mengalami keterlambatan atau delay selama lima jam penuh.

Kecaman Keras dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia

Insiden ini tidak hanya memicu perbincangan hangat di dunia maya, tetapi juga menuai kecaman keras dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Sekretaris Eksekutif YLKI, Rio Priambodo, menyatakan bahwa kejadian ini bukan sekadar gangguan teknis biasa.

Menurutnya, insiden tersebut menandakan adanya masalah mendasar dalam tata kelola pelayanan maskapai yang secara nyata merugikan hak-hak konsumen. "Delay selama berjam-jam menunjukkan bahwa masih ada persoalan mendasar dalam tata kelola penerbangan nasional yang perlu diperbaiki," kata Rio Priambodo, seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima pada hari Minggu, 15 Februari 2026.

Implikasi Buruknya Tata Kelola Penerbangan

Pernyataan YLKI ini menggarisbawahi bahwa keterlambatan penerbangan yang berkepanjangan, seperti yang dialami penumpang Super Air Jet, bukanlah hal yang bisa dianggap sepele. Hal ini mencerminkan kegagalan dalam sistem pelayanan yang seharusnya memprioritaskan kenyamanan dan keamanan konsumen.

Insiden viral ini juga menyoroti pentingnya perbaikan tata kelola di sektor penerbangan nasional. Dengan maraknya keluhan serupa dari penumpang lain, YLKI mendesak agar maskapai dan otoritas terkait mengambil langkah konkret untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Dampak dari insiden semacam ini tidak hanya dirasakan oleh penumpang yang bersangkutan, tetapi juga dapat mengikis kepercayaan publik terhadap industri penerbangan secara keseluruhan. Oleh karena itu, evaluasi dan peningkatan standar pelayanan menjadi hal yang mendesak untuk dilakukan.