Kisah Pilu Pensiunan Guru yang Dituduh Jukir Liar di Jakarta Utara
Sebuah video yang memperlihatkan seorang lansia diusir dari sebuah kedai bakso karena dituduh sebagai juru parkir liar di Jakarta Utara viral di media sosial. Namun, fakta yang terungkap kemudian jauh lebih menyentuh hati. Ternyata, pria tersebut adalah seorang pensiunan guru bernama Candra Harahap yang kini hidup dalam kesulitan ekonomi.
Bukan Jukir, Tapi Pensiunan Guru yang Hidup Susah
Setelah video tersebut viral, Aiptu Sudarmanto, Bhabinkamtibmas Kelurahan Sukapura Polsek Cilincing, menemui Candra untuk melakukan pengecekan. Dalam pertemuan itu, Candra mengungkapkan bahwa dirinya telah pensiun mengajar sejak tahun 2025. Saat ini, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, ia terpaksa bekerja sebagai pemulung.
"Sehari-hari memulung, pendapatan tak tentu. Anak 3, tak ada yang peduli. Ya kita gini aja, daripada nggak makan," kata Candra dengan suara lirih dalam video yang diterima dari Polsek Cilincing.
Candra dengan tegas membantah tuduhan bahwa dirinya bekerja sebagai juru parkir liar. Ia menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika salah seorang pegawai kedai bakso di Jalan Tipar Cakung, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, menuduhnya secara tidak benar.
Kehidupan yang Terpuruk Setelah Pensiun
Saat ditemui oleh petugas kepolisian, Candra tidak bisa menahan air matanya ketika menceritakan kondisi hidupnya. Pria yang kini tinggal sendirian ini mengajak polisi ke tempat tinggalnya di lantai 2 sebuah kontrakan padat di kawasan Tipar Cakung.
Di dalam kontrakan sederhana yang disewanya seharga Rp 250 ribu per bulan, terlihat tumpukan kardus bekas dan karung plastik berisi barang-barang hasil memulung. Kondisi ini menggambarkan betapa sulitnya kehidupan yang dijalani Candra setelah tidak lagi mengajar.
SK Pensiun yang Hilang dan Penipuan yang Dialami
Kapolsek Cilincing, AKP Bobi Subasri, mengungkapkan fakta lain yang lebih memilukan. Candra pernah menjadi korban penipuan yang melibatkan Surat Keterangan pensiunnya sebagai guru.
"Beliau menerangkan bahwa SK pensiun miliknya pernah diagunkan, namun uang yang seharusnya diterima sebesar Rp 300 juta diduga telah ditipu oleh pihak lain," jelas Bobi.
Kehilangan dokumen penting ini semakin memperparah kondisi ekonomi Candra yang sudah sulit. Ia tidak bisa mengakses hak-hak pensiun yang seharusnya menjadi penopang hidupnya di masa tua.
Dukungan dari Petugas Kepolisian
Setelah mendengarkan cerita Candra, Aiptu Sudarmanto mengajaknya makan bersama dan melanjutkan perbincangan untuk memberikan dukungan moral. Candra kemudian diantar pulang ke rumah kontrakannya yang beralamat di RT 01 RW 01 Kelurahan Sukapura.
Kapolsek Cilincing menambahkan bahwa Candra tampak sangat terpukul dengan kejadian yang menimpanya. "Pada saat diminta untuk menceritakan kembali kejadian tersebut, yang bersangkutan tampak sangat terpukul dan sering menangis," kata Bobi.
Kasus ini mengingatkan kita semua tentang pentingnya empati sosial dan perlunya sistem perlindungan yang lebih baik bagi para pensiunan, khususnya mereka yang telah berjasa dalam dunia pendidikan namun hidup dalam kesulitan ekonomi di masa tuanya.