Aroma khas biji kopi yang disangrai di atas kuali tanah liat berpadu halus dengan kepulan asap dari tungku kayu bakar. Di tengah gang-gang kecil Desa Wisata Adat Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, jejak budaya suku Osing tak sekadar dirawat, melainkan terus dihidupkan untuk menyapa dunia. Suasana autentik itulah yang sempat menyambut kedatangan Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, dalam kunjungan kerjanya di Banyuwangi baru-baru ini. Namun, di balik hangatnya sambutan warga, ada misi besar yang sedang dipacu.
Misi Kemenpar dan Pemkab Banyuwangi
Kementerian Pariwisata bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kini pasang badan mendampingi Desa Kemiren agar siap naik kelas meraih predikat Best Tourism Village dari UN Tourism, badan pariwisata dunia di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kehadiran Menteri Pariwisata di desa adat tersebut menjadi sinyal kuat bahwa kawasan ini tengah disiapkan menjadi percontohan desa wisata berkelas internasional.
Langkah pendampingan itu tidak dilakukan secara instan. Berbagai aspek mulai dari pengelolaan destinasi, kelembagaan, hingga keberlanjutan lingkungan dan budaya digodok bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat. Desa Kemiren dinilai memiliki potensi besar karena kelestarian budaya Osing yang masih sangat terjaga, mulai dari ritual adat, arsitektur rumah tradisional, hingga kuliner khas yang menjadi daya tarik wisatawan.
Keunikan Desa Adat Kemiren
Desa Kemiren dikenal sebagai salah satu pusat budaya suku Osing di Banyuwangi. Kehidupan sehari-hari masyarakatnya masih erat dengan tradisi, seperti prosesi adat, kesenian barong, tari Gandrung, serta upacara bersih desa. Interaksi dengan wisatawan pun dikemas secara natural, tanpa menghilangkan keaslian budaya. Salah satu pengalaman yang paling membekas bagi pengunjung adalah menyaksikan langsung proses penyangraian kopi tradisional menggunakan kuali tanah liat dan tungku kayu bakar. Aroma kopi yang khas menjadi pembuka percakapan hangat antara warga dan wisatawan.
Selain budaya, Desa Kemiren juga didukung oleh keindahan alam sekitar yang masih asri. Letaknya yang tidak jauh dari kawasan Geopark Ijen menjadikannya titik persinggahan yang strategis bagi wisatawan yang hendak menuju Kawah Ijen. Keunggulan inilah yang membuat desa ini layak diajukan sebagai kandidat kuat dalam ajang Best Tourism Village versi UN Tourism.
Komitmen Menuju Standar Internasional
Dalam kunjungannya, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyempatkan diri berkeliling gang-gang kampung dan berdialog dengan warga. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata. Kementerian Pariwisata berkomitmen memberikan pendampingan teknis, termasuk pelatihan pengelolaan homestay, digitalisasi pemasaran, serta penyusunan paket wisata berbasis komunitas.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga tidak tinggal diam. Sejumlah program pemberdayaan ekonomi kreatif telah dijalankan, antara lain pengembangan produk kerajinan khas Osing, standardisasi kuliner lokal, serta peningkatan kualitas kebersihan dan fasilitas umum. Semua ini diarahkan untuk memenuhi indikator penilaian yang ditetapkan oleh UN Tourism, yang mencakup aspek keberlanjutan ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan.
Dukungan Masyarakat Menjadi Kunci
Kesuksesan sebuah desa wisata tidak lepas dari peran aktif warganya. Di Kemiren, warga menyambut antusias langkah pemerintah untuk mengangkat desa mereka ke kancah dunia. Kesadaran untuk menjaga kebersihan, melestarikan adat, dan memberikan pelayanan ramah kepada pengunjung terus ditanamkan. Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) desa juga dibekali keterampilan manajemen destinasi agar mampu mengelola kunjungan wisatawan secara profesional.
Harapannya, dengan raihan predikat Best Tourism Village, Desa Kemiren tidak hanya dikenal secara nasional, tetapi juga menjadi destinasi unggulan di tingkat global. Pengakuan ini akan berdampak positif pada peningkatan kunjungan wisatawan, pertumbuhan ekonomi masyarakat, serta pelestarian budaya Osing yang selama ini dijaga turun-temurun.
Mendorong Pertumbuhan Pariwisata Daerah
Langkah pendampingan Desa Kemiren merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperkuat pariwisata berbasis desa. Kementerian Pariwisata menilai desa wisata memiliki peran penting dalam pemerataan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat. Dengan mengusung keunikan lokal, setiap desa wisata dapat saling melengkapi dalam jaringan destinasi yang lebih luas.
Bagi Banyuwangi, keberadaan Desa Kemiren sebagai kandidat Best Tourism Village juga menjadi kebanggaan tersendiri. Kabupaten yang selama ini dikenal dengan keindahan alam dan budayanya tersebut terus berbenah untuk memberikan pengalaman terbaik kepada wisatawan. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, media, dan masyarakat menjadi modal utama untuk mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif.
Dengan semangat kebersamaan dan kerja keras, bukan tidak mungkin Desa Kemiren akan mengikuti jejak desa-desa wisata lain di Indonesia yang telah lebih dulu diakui dunia. Semua pihak berharap predikat bergengsi tersebut dapat diraih, membawa nama harum Banyuwangi, dan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pariwisata unggulan di kancah global.



