PT Anugerah Agung Prima Abadi (AAPA), anak usaha PT Triputra Agro Persada Tbk, mulai membuka akses pasar bagi madu kelulut hasil budidaya masyarakat Kampung Muara Lesan. Pada tahap awal, madu kelulut dipasarkan melalui koperasi karyawan AAPA dalam kemasan 75 ml dan 100 ml. Produk ini dapat dibeli oleh karyawan maupun masyarakat umum, sebagai bagian dari dukungan terhadap produk lokal hasil budidaya masyarakat.
Madu kelulut (Trigona spp.) memiliki nilai ekonomi sekaligus manfaat kesehatan karena mengandung antioksidan, flavonoid, dan senyawa fenolik. Kandungan ini berpotensi membantu menjaga daya tahan tubuh, mengurangi peradangan, serta mendukung kesehatan pencernaan dan penyembuhan luka. Di balik manfaatnya bagi kesehatan, budidaya lebah kelulut juga berperan menjaga keseimbangan ekosistem. Lebah kelulut merupakan penyerbuk alami berbagai jenis tanaman sehingga keberadaannya turut mendukung kelestarian hutan dan keanekaragaman hayati.
Dukungan bagi pengembangan UMKM berbasis potensi lokal
Pengembangan madu kelulut di Kampung Muara Lesan merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu yang bernilai ekonomi. Inisiatif ini dijalankan melalui Program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) oleh PT Anugerah Agung Prima Abadi. Melalui DMPA, TAP Untuk Negeri membantu membuka akses pasar bagi madu kelulut produksi masyarakat Kampung Muara Lesan melalui koperasi karyawan AAPA. Langkah ini memberikan kepastian pasar bagi produk lokal sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat.
Inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pengembangan UMKM berbasis potensi lokal. Menteri UMKM Maman Abdurrahman menilai, di tengah ketidakpastian ekonomi global, penguatan pasar domestik melalui peningkatan konsumsi produk lokal menjadi strategi penting untuk menjaga perekonomian nasional. Dengan adanya saluran pemasaran yang jelas, pelaku UMKM dapat terus bertumbuh dan berkontribusi pada perekonomian.
Pemasaran, tantangan utama Kelompok Madu Kelulut
Ketua Kelompok Madu Kelulut Muara Lesan, Lasiman, mengatakan bahwa selama ini tantangan utama yang dihadapi kelompok bukan pada proses produksi, melainkan pemasaran. "Sebelumnya kami kesulitan memasarkan hasil panen. Sekarang madu kelulut sudah bisa dipasarkan melalui koperasi karyawan AAPA sehingga kami lebih semangat menjaga kualitas produk dan mengembangkan usaha ini," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (31/7/2026).
Kehadiran koperasi karyawan AAPA sebagai mitra pemasaran diharapkan dapat memperluas peluang pemasaran produk masyarakat. Akses pasar yang lebih jelas juga memberi kepastian bagi warga untuk terus menjaga kualitas produk sekaligus mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi tanpa harus merusak kawasan hutan.
Pencegahan karhutla melalui pemberdayaan ekonomi
Melalui DMPA, TAP Untuk Negeri mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan usaha berbasis potensi lokal yang selaras dengan pelestarian lingkungan. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya dilakukan melalui patroli dan pengawasan, tetapi juga dengan menciptakan sumber penghidupan yang memberikan manfaat ekonomi dari hutan yang tetap lestari.
TAP percaya desa-desa di sekitar wilayah operasional dapat tumbuh menjadi komunitas yang mandiri, sejahtera, sekaligus menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian hutan Indonesia. Semakin lestari hutan, semakin baik habitat lebah kelulut, sehingga manfaat ekonomi yang diperoleh masyarakat pun dapat terus berkelanjutan.



