Kekeringan di Depok: PMI Salurkan Air Bersih untuk 78 KK Terdampak
Kekeringan Depok, PMI Salurkan Air Bersih untuk 78 KK

Kekeringan yang dipicu kemarau kini merembet ke Kota Depok, Jawa Barat. Warga RW 08 Kelurahan Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung, mengalami krisis air bersih. Menyikapi kondisi itu, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Depok menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak pada Rabu (30/7).

Penyaluran bantuan dilakukan dengan menerjunkan empat personel PMI. Air bersih yang didistribusikan merupakan hasil kolaborasi dengan PT Tirta Asasta, perusahaan daerah yang mengelola air minum. Truk tangki berkapasitas 4.000 liter digunakan untuk mengangkut air ke lokasi, kemudian dialirkan ke puluhan galon yang sudah dibawa warga. Warga terlihat mengantre untuk mendapatkan pasokan air bersih.

Tercatat 78 kepala keluarga (KK) di RW 08 Kelurahan Cipayung Jaya terdampak kekeringan dan mengalami krisis air bersih. Tidak hanya mengirim air, PMI Kota Depok juga meminjamkan satu unit toren berkapasitas 250 liter. Selain itu, PMI memberikan sosialisasi mengenai penggunaan air bersih secara bijak serta cara menyimpan air dengan aman untuk kebutuhan sehari-hari.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah kota. Distribusi air bersih diharapkan dapat terus dilakukan secara berkala hingga krisis selesai. Warga berharap pasokan air tidak hanya diberikan sekali, tetapi berkelanjutan sampai musim hujan tiba.

Kekeringan Meluas di Banten

Kekeringan akibat kemarau tidak hanya dirasakan warga Depok. Sejumlah daerah di Indonesia juga merasakan dampaknya. Banten menjadi salah satu wilayah di sekitar Jakarta yang cukup parah terdampak. Gubernur Banten Andra Soni menyebut ada tujuh kabupaten/kota di Provinsi Banten yang mengalami kekeringan akibat kemarau ekstrem yang dipicu fenomena El Nino Godzilla.

Andra memaparkan, terdapat 140 titik terdampak kekeringan yang tersebar di Kota Cilegon, Kota Serang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Tangerang. Sementara Kota Tangerang tidak termasuk wilayah terdampak.

"Terdampaknya 140 titik se-Provinsi Banten, di luar Kota Tangerang," kata Andra di Tangerang, Selasa (28/7).

Fenomena El Nino Godzilla merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan El Nino dengan intensitas sangat kuat. Fenomena ini menyebabkan anomali pemanasan suhu laut yang berdampak pada berkurangnya curah hujan di wilayah Indonesia. Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menyatakan bahwa Indonesia sudah masuk fase El Nino kuat. Kondisi ini diprediksi membuat musim kemarau lebih kering dan panjang dari biasanya, sehingga daerah yang mengalami kekeringan semakin meluas.

Dampak El Nino tidak hanya dirasakan di Pulau Jawa. Wilayah luar Jawa seperti Nusa Tenggara dan Sulawesi juga kerap mengalami kekeringan saat fenomena ini terjadi. Oleh karena itu, pemerintah pusat diminta menyiapkan langkah antisipasi di berbagai daerah.

Daerah Lain Terdampak dan Status Darurat

Selain Banten, kekeringan juga melanda Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, serta sejumlah daerah di Jawa Timur. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat 14 daerah yang terdampak kekeringan. Keempat belas daerah itu adalah Bondowoso, Lamongan, Banyuwangi, Lumajang, Bangkalan, Blitar, Pasuruan, Trenggalek, Gresik, Malang, Jember, Sampang, Mojokerto, dan Situbondo.

Dari 14 daerah tersebut, tiga di antaranya telah menaikkan status menjadi Tanggap Darurat, yaitu Lumajang, Mojokerto, dan Situbondo. Sementara 11 daerah lainnya masih dalam status Siaga Darurat. Status ini menunjukkan tingkat kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi krisis air bersih dan dampak ikutannya, seperti gagal panen dan kekurangan air minum.

Kekeringan juga dilaporkan terjadi di wilayah Jawa Tengah dan sejumlah daerah di luar Pulau Jawa. Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak musim kemarau tahun ini cukup luas dan memerlukan penanganan terkoordinasi dari pemerintah pusat maupun daerah.

Upaya Penanganan dan Harapan Warga

PMI Kota Depok berharap bantuan air bersih ini dapat meringankan beban warga yang terdampak. Sosialisasi yang diberikan juga bertujuan agar warga dapat mengelola air bersih secara efisien, mengingat ketersediaan air sangat terbatas selama musim kemarau. Warga diimbau untuk menampung air hujan dan menggunakan air sesuai kebutuhan pokok.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Sementara itu, pemerintah daerah di berbagai wilayah terus berkoordinasi dengan BPBD untuk memastikan distribusi air bersih berjalan lancar. Bantuan dari PMI dan perusahaan daerah seperti PT Tirta Asasta menjadi salah satu wujud sinergi lintas sektor dalam menghadapi bencana kekeringan.

Dengan adanya penanganan cepat, diharapkan warga yang terdampak kekeringan dapat bertahan hingga musim hujan tiba. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan karena fenomena El Nino dapat memperpanjang masa kemarau dan memperluas area terdampak.

Krisis air bersih akibat kekeringan ini menjadi ujian bagi ketahanan daerah dalam menyediakan kebutuhan dasar warga. Perbaikan sistem irigasi dan konservasi air menjadi langkah jangka panjang yang perlu digalakkan.