Target 500 Ribu Pekerja Migran, KP2MI Siapkan Program SMK Go Global
Target 500 Ribu Pekerja Migran, KP2MI Siapkan SMK Go Global

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, secara resmi memperkenalkan Asta Mandala SMK Go Global sebagai kerangka utama dalam membangun talenta Indonesia yang kompeten, terlindungi, dan berdaya saing global. Program ini menjadi bagian dari implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ekosistem pelindungan pekerja migran sekaligus mendorong transformasi penempatan tenaga kerja Indonesia menuju sektor-sektor berkeahlian menengah dan tinggi.

Transformasi Kelembagaan dan Grand Design 2025-2045

Mukhtarudin menegaskan bahwa pembentukan Kementerian P2MI merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat tata kelola pelindungan dan penempatan Pekerja Migran Indonesia secara terintegrasi dari hulu hingga hilir. "Pembentukan Kementerian P2MI merupakan bentuk keseriusan dan kepedulian Bapak Presiden dalam memperkuat ekosistem pelindungan bagi Pekerja Migran Indonesia, mulai dari sebelum penempatan, selama bekerja di luar negeri, hingga purnapenempatan. Karena itu kami melakukan transformasi kelembagaan, transformasi sistem, transformasi budaya kerja, serta menyusun grand design Kementerian P2MI 2025-2045 sebagai arah pembangunan pelindungan pekerja migran ke depan," ujar Mukhtarudin dalam keterangannya, Rabu (5/8/2026).

Pemerintah juga melakukan transformasi paradigma penempatan pekerja migran dengan mengedepankan peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Sesuai arahan presiden, pemerintah menargetkan penempatan 500.000 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) selama periode 2026-2029 melalui program percepatan (quick wins), dengan rincian 40.000 CPMI pada 2026, 140.000 pada 2027, 180.000 pada 2028, dan 140.000 pada 2029.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Rebranding Pekerja Migran: Dari Low Skill ke Medium dan High Skill

Program tersebut diwujudkan melalui SMK Go Global, yang mempersiapkan lulusan SMK dan masyarakat umum agar memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri internasional. "Kami melakukan rebranding bahwa Pekerja Migran Indonesia bukan lagi dipandang sebagai tenaga kerja berkeahlian rendah. Arahan presiden sangat jelas, yaitu meningkatkan kualitas pelindungan sekaligus mendorong transformasi penempatan menuju tenaga kerja medium dan high skill," tutur Mukhtarudin.

Untuk memastikan program berjalan efektif, pemerintah membentuk Satuan Tugas SMK Go Global yang melibatkan 12 kementerian dan lembaga, perguruan tinggi, lembaga pendidikan vokasi, serta sektor swasta. Seluruh pelatihan disusun berdasarkan kebutuhan riil pasar kerja internasional atau demand driven, sehingga lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan permintaan industri. "Mekanismenya sederhana, yaitu ada dulu kebutuhan tenaga kerja dari negara tujuan, ditentukan kompetensinya, kemudian dilakukan pelatihan. Prinsipnya adalah latih, kompeten, lalu tempatkan," tegas Mukhtarudin.

Sektor Prioritas dan Negara Tujuan

Program SMK Go Global akan menyiapkan tenaga kerja terampil pada berbagai sektor prioritas, seperti caregiver, perawat (nurse), manufaktur, konstruksi, pengelasan (welder), hospitality, transportasi, hingga agrikultur. Para lulusan akan diarahkan mengisi peluang kerja di sejumlah negara prioritas, antara lain Jepang, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Taiwan, Turki, Polandia, Maladewa, serta negara-negara Eropa lainnya sesuai kebutuhan pasar kerja.

Adapun pendaftaran peserta SMK Go Global dijadwalkan mulai dibuka pada 12 Agustus 2026 melalui 23 satuan kerja Kementerian P2MI yang tersebar di berbagai provinsi.

Asta Mandala: Panca Sukses dan Tri Dampak

Dalam kesempatan tersebut, Mukhtarudin juga memperkenalkan Asta Mandala SMK Go Global sebagai filosofi penyelenggaraan program. Konsep tersebut terdiri atas Panca Sukses sebagai strategi implementasi dan Tri Dampak sebagai tujuan akhir program. Panca Sukses mencakup Sukses Kompetensi, Sukses Perlindungan, Sukses Penempatan, Sukses Remitansi, dan Sukses Tata Kelola. Melalui lima pilar tersebut, pemerintah menargetkan lahirnya pekerja migran yang kompeten, terlindungi, memperoleh pekerjaan yang berkualitas, mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui remitansi, serta didukung tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Sementara itu, Tri Dampak yang ingin diwujudkan meliputi dampak sosial berupa meningkatnya kesempatan kerja dan kesejahteraan masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang kompeten dan profesional, serta dampak ekonomi melalui peningkatan remitansi yang berkontribusi terhadap kesejahteraan keluarga sekaligus memperkuat devisa negara.

Brain Circulation dan Kontribusi Purna Pekerja Migran

"Asta Mandala SMK Go Global bukan sekadar kerangka penyelenggaraan program. Ini merupakan komitmen pemerintah untuk menjadikan penempatan Pekerja Migran Indonesia sebagai strategi pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang memiliki daya saing global. Inilah yang kami sebut sebagai brain circulation," ujar Mukhtarudin.

Menurutnya, konsep brain circulation akan menghasilkan talenta Indonesia yang memperoleh pengalaman internasional, memiliki kompetensi global, dan setelah kembali ke Tanah Air mampu membangun usaha, menciptakan lapangan kerja, maupun berkontribusi pada pembangunan nasional. "Banyak purna pekerja migran yang kembali ke Indonesia dengan kemampuan bahasa, kompetensi, pengalaman kerja, disiplin, dan mental yang kuat. Mereka menjadi talenta global yang mampu berkontribusi bagi pembangunan Indonesia. Itulah tujuan besar yang ingin kita bangun melalui SMK Go Global," tandas Menteri Mukhtarudin.

Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045

Lebih lanjut, Mukhtarudin optimistis melalui sinergi lintas kementerian, pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga vokasi, dan dunia usaha, SMK Go Global akan menjadi motor penggerak lahirnya talenta unggul Indonesia, memperluas peluang kerja yang aman dan berkualitas, serta memperkuat daya saing bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Menutup konferensi pers, Mukhtarudin menyampaikan apresiasi kepada insan media atas perannya dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat serta mengawal berbagai program pemerintah. "Kami menyadari bahwa peran media sangat penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam mengawal efektivitas pelaksanaan kebijakan. Dukungan media menjadi bagian penting dalam menyukseskan implementasi program-program prioritas pemerintah, termasuk Asta Mandala SMK Go Global sebagai bagian dari upaya mewujudkan ekosistem pelindungan pekerja migran yang modern, profesional, dan berdaya saing global," pungkas Mukhtarudin.