6 Dokter Internship Meninggal Sejak Februari 2026, Soroti Beban Kerja dan Kesehatan Mental
Enam Dokter Internship Meninggal, Desak Perbaikan Sistem

Enam dokter peserta Program Internship Indonesia (PIDI) meninggal dunia sejak Februari hingga Juli 2026. Rentetan kematian ini menyoroti beban kerja yang berat, kurangnya dukungan kesehatan mental, dan lemahnya sistem pendampingan bagi dokter muda yang sedang menjalani masa transisi dari pendidikan ke praktik mandiri.

Kronologi Kematian yang Memprihatinkan

Kasus kematian dokter internship terjadi di berbagai lokasi dan dengan penyebab yang beragam. Salah satu yang menonjol adalah kematian seorang dokter di apartemen Kalibata, Jakarta, pada akhir Juli 2026. DPR pun meminta fakta di balik kematian tersebut diungkap. Sebelumnya, pada bulan Juni, seorang dokter internship dilaporkan bunuh diri, diduga karena tekanan pekerjaan. Total enam dokter meninggal sejak Februari 2026.

Desakan Perbaikan Sistem Internship

Organisasi profesi, institusi pendidikan, dan pemerintah didesak untuk segera melakukan perbaikan sistem. Beban kerja yang tidak proporsional, jam dinas yang panjang, serta supervisi yang minim menjadi sorotan utama. Banyak pihak mendorong adanya mekanisme pengawasan yang lebih ketat dan layanan konseling bagi peserta internship.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Fakta di Balik Program Internship Indonesia

Program internship merupakan tahapan wajib bagi dokter yang telah lulus pendidikan profesi sebelum dapat berpraktik mandiri. Peserta ditempatkan di berbagai fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia selama satu tahun. Tujuannya adalah memberikan kesempatan kepada dokter baru untuk mengasah kompetensi klinis sambil melayani masyarakat. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa kondisi kerja yang keras dan kurangnya dukungan psikologis dapat berakibat fatal.

Langkah yang Diperlukan

Untuk mencegah terulangnya tragedi serupa, diperlukan langkah komprehensif. Pemerintah diminta mengevaluasi ulang beban kerja dan jam kerja peserta internship, memastikan supervisi yang memadai, serta menyediakan akses mudah ke layanan kesehatan mental. Selain itu, sosialisasi tentang hak dan kewajiban dokter internship juga perlu diperkuat agar mereka tidak merasa terisolasi dalam menghadapi tekanan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga