Cak Imin: Pemerintah Ubah Arah APBN, Bangun 5.000 Jembatan Tahun Ini
Cak Imin: Pemerintah Ubah Arah APBN, Bangun 5.000 Jembatan

Ketua Umum PKB sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mengubah arah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk memprioritaskan kepentingan publik. Pernyataan ini disampaikan dalam sambutannya pada Puncak Harlah ke-28 PKB di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (24/7/2026).

Perubahan Politik Anggaran untuk Rakyat

"Pak Presiden bahkan telah mengubah arah baru anggaran APBN kita. Politik anggaran diubah," tegas Cak Imin di hadapan para hadirin. Ia menjelaskan bahwa selama ini perbaikan jembatan tidak menjadi isu prioritas dalam anggaran negara. Namun, di bawah kepemimpinan Prabowo, fokus anggaran dialihkan ke proyek-proyek yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Hari ini kita telah menyaksikan salah satunya yang paling konkret, banyak jembatan-jembatan yang dibutuhkan di berbagai pelosok negeri tetapi tidak pernah tersentuh oleh anggaran kita," ujar Cak Imin.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Target 5.000 Jembatan pada 2026

Cak Imin mengumumkan bahwa pemerintah menargetkan pembangunan 5.000 jembatan pada tahun ini. Proyek ini dinilai sebagai solusi konkret untuk masalah infrastruktur yang selama ini terabaikan. "Dalam tahun ini Insyaallah 5.000 jembatan yang akan dibangun untuk memberi jalan keluar bagi masalah yang paling konkret di depan mata kita. Itu contoh politik anggaran yang benar-benar bisa langsung dinikmati," sambungnya.

Menurut Cak Imin, perubahan ini merupakan bukti komitmen Presiden Prabowo untuk membawa kebermanfaatan bagi rakyat. Ia menegaskan bahwa PKB siap mendukung penuh tujuan presiden dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Dukungan PKB untuk Pemerintahan Prabowo

"Bapak Presiden, PKB siap menjadi bagian utama untuk terwujudnya politik anggaran yang benar-benar bisa dinikmati langsung oleh seluruh rakyat Indonesia," kata Cak Imin. Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak terbuai oleh kekuatan pasar yang kadang membuat lupa bahwa tujuan utama adalah menghadirkan kesejahteraan secepat mungkin.

"Kami mengajak seluruh kekuatan untuk tidak lagi dibuai oleh kekuatan pasar yang kadang kita lupa bahwa tujuan utamanya adalah segera menghadirkan kesejahteraan dalam waktu yang secepat-cepatnya," imbuhnya.

Pernyataan Cak Imin ini sejalan dengan pidato Presiden Prabowo sebelumnya yang mengungkapkan adanya praktik akal-akalan yang membuat anggaran negara bocor. Prabowo menegaskan akan menghentikan praktik tersebut dan mengalihkan anggaran untuk kepentingan rakyat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga