Progres Pemulihan Jalan Nasional dan Daerah
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera terus melakukan percepatan pemulihan konektivitas di Aceh pascabencana hidrometeorologi yang melanda pada akhir tahun 2025. Berdasarkan laporan harian Posko Nasional Satgas PRR pada 26 Juli 2026, sebanyak 1.543 dari total 1.638 jalan daerah yang terdampak bencana telah berfungsi kembali. Angka tersebut setara dengan capaian 94,20 persen, menunjukkan kemajuan signifikan dalam upaya pemulihan infrastruktur di provinsi tersebut.
Sementara itu, untuk jalan nasional, seluruh 46 ruas yang terdampak telah sepenuhnya fungsional. Namun, masih terdapat 95 jalan daerah yang menjadi fokus penanganan agar konektivitas masyarakat dapat pulih secara menyeluruh. Satgas PRR memastikan bahwa perbaikan terus dikebut, terutama pada jalur-jalur yang menjadi prioritas seperti kawasan Lokop di Aceh Timur dan Gayo Lues.
Penanganan Jembatan Bailey di Jalur Lokop
Salah satu fokus utama adalah jalur yang menghubungkan kawasan Lokop, Kabupaten Aceh Timur dengan Kabupaten Gayo Lues. Jalur ini sempat terputus akibat bencana hidrometeorologi dan banjir susulan yang merusak sejumlah segmen jalan dan jembatan. Dalam laporan lapangan pada 18 Juli 2026, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh, Mawardi, menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Bailey terus dipercepat dan ditargetkan dapat mulai difungsikan pada pekan tersebut. Jembatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Aceh dan Kodam Iskandar Muda, dan menjadi titik pertama dari tiga jembatan yang ditangani di jalur Aceh Timur-Gayo Lues.
"Kami sudah berada di lokasi sejak awal Juli 2026 setelah sebelumnya melakukan survei pada Maret. Perbaikan terus kami percepat agar konektivitas masyarakat segera pulih," ujar Mawardi dalam keterangan tertulis pada Senin, 27 Juli 2026. Selain pembangunan jembatan, alat berat terus dioperasikan untuk menangani ruas jalan yang rusak dan membersihkan material akibat banjir susulan. Penanganan tidak hanya bertujuan membuka kembali akses, tetapi juga menghadirkan konektivitas yang lebih aman dan mendukung kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.
Komitmen Pemulihan Menyeluruh
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh Nurlis Effendi, menegaskan bahwa penanganan dampak bencana dilaksanakan secara maksimal dan terbuka kepada publik. Perkembangan pekerjaan di lapangan terus dipantau melalui laporan Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir Syamaun. Sebagai bagian dari pemantauan tersebut, Sekretaris Daerah Aceh menugaskan Mawardi untuk meninjau langsung progres perbaikan jalan dan jembatan di kawasan Lokop. Hasil peninjauan juga didokumentasikan secara audiovisual guna memastikan perkembangan pekerjaan dapat dilaporkan secara terukur.
Seiring dengan pemulihan infrastruktur, Satgas PRR juga memprioritaskan rehabilitasi lahan, penyediaan hunian bagi warga terdampak, dan pemulihan sektor ekonomi. Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara aman dan produktif. Dengan capaian 94,20 persen jalan daerah yang berfungsi, diharapkan mobilitas masyarakat, distribusi kebutuhan pokok, akses pelayanan publik, dan kegiatan ekonomi di Aceh dapat kembali normal dalam waktu dekat.



