PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui LRT Jabodebek menyatakan dukungan penuh terhadap rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk menyambungkan dua jembatan penyeberangan orang (JPO) yang viral karena berdekatan namun tidak terhubung di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Dukungan ini disampaikan langsung oleh Manager Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, pada Rabu (5/8/2026).
LRT Siap Koordinasi Teknis
Radhitya menegaskan bahwa pihaknya siap berkoordinasi lebih lanjut dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait penyambungan kedua JPO tersebut. "Intinya kalau memang disambungkan antara dua JPO itu, LRT itu siap kok. Siap mendukung, sangat mendukung dan siap berkoordinasi lebih lanjut," ujarnya kepada wartawan.
Sebelumnya, LRT Jabodebek telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta mengenai rencana penyambungan ini. Namun, pembahasan tersebut sempat terkendala masalah teknis. "Kita memang sebelumnya sudah pernah berkoordinasi, ternyata dengan Dinas Bina Marga atau apa itu Dinas PU. Terkait dengan pembahasan penyambungan ya, penyambungan jembatan. Di situ memang dari sisi kita tuh tidak ada masalah, kecuali terkait teknis," jelas Radhitya.
Manfaat bagi Pejalan Kaki dan Pengguna Transportasi
Radhitya menambahkan bahwa penyambungan kedua JPO akan memberikan kemudahan akses bagi pejalan kaki, khususnya pengguna LRT Jabodebek, TransJakarta, dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar Stasiun Rasuna Said. "Apalagi itu kan bisa menghubungkan antara pengguna LRT Jabodebek, pengguna TransJakarta, maupun masyarakat yang turun di sekitar Stasiun Rasuna Said dan melanjutkan aktivitasnya di sekitaran situ. Kita sangat mendukung dan siap berkoordinasi lebih lanjut, apalagi terkait teknis," ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa JPO milik LRT Jabodebek dapat digunakan masyarakat secara gratis, dilengkapi dengan lift, eskalator, dan tangga manual. Namun, akses tersebut hanya tersedia selama jam operasional stasiun, yaitu hingga pukul 23.00 WIB. "Kalau punyanya LRT itu kan ada juga tuh yang menghubungkan dari trotoar masing-masing sisi jalan raya. Itu kan juga bisa, itu kan juga tidak berbayar. Ada fasilitas lift ataupun eskalator atau tangga manual. Tapi memang terkait operasional, kita kan ada jam batas maksimalnya ya di kita, kan. Jam 23.00 malam itu kan stasiun kita tutup," kata Radhitya.
Pramono Berkomitmen Menyambungkan JPO
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya menyatakan akan segera menyambungkan dua JPO yang viral tersebut. Ia mengaku telah mengikuti pemberitaan mengenai masalah ini. "Yang pertama untuk JPO, kebetulan saya sudah mengikuti beritanya dan saya juga baru tahu kalau tidak terhubung. Maka kami akan segera memutuskan untuk dihubungkan," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Pramono mengatakan pembahasan teknis penyambungan akan dilakukan dalam rapat paripurna khusus. Ia berjanji fasilitas tersebut akan tersambung dengan baik. "Kebetulan besok kami akan ada rapat paripurna khusus untuk itu, jadi yang di JPO Rasuna Said segera akan dihubungkan supaya fasilitas itu terkoneksi dengan baik. Kami akan segera memutuskan untuk dihubungkan, supaya fasilitas itu terkoneksi dengan baik," ujarnya.



