Garuda Indonesia Ubah Sistem Bagasi Gratis Jadi Berbasis Jumlah Koper per September 2026
Garuda Ubah Sistem Bagasi Gratis Berbasis Jumlah Koper per 2026

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk secara resmi mengumumkan perubahan mendasar dalam kebijakan bagasi gratis penumpang. Mulai 1 September 2026, maskapai nasional tersebut akan beralih dari sistem berbasis berat (weight concept) ke sistem berbasis jumlah koper (piece concept). Artinya, jatah bagasi gratis tidak lagi dihitung berdasarkan total berat seluruh koper, melainkan berdasarkan jumlah koper yang dapat dibawa dengan batas berat maksimum untuk setiap koper.

Detail Kebijakan Baru Bagasi Gratis Garuda Indonesia

Kebijakan ini berlaku untuk seluruh tiket yang dibeli atau diterbitkan mulai 1 September 2026. Penumpang yang membeli tiket setelah tanggal tersebut akan tunduk pada ketentuan piece concept untuk semua penerbangan yang dioperasikan oleh Garuda Indonesia. Sementara itu, penumpang yang sudah memiliki tiket yang diterbitkan sebelum 1 September 2026 tetap mengikuti ketentuan bagasi yang tercantum pada tiket mereka, meskipun jadwal penerbangan berlangsung setelah kebijakan baru diberlakukan.

Dampak bagi Penumpang

Dengan sistem baru ini, penumpang perlu memperhatikan jumlah koper yang dibawa, bukan hanya berat total. Setiap koper memiliki batas berat maksimum tertentu yang tidak boleh dilampaui. Jika berat satu koper melebihi batas, penumpang mungkin dikenakan biaya tambahan atau diminta untuk memindahkan barang ke koper lain. Kebijakan ini diharapkan dapat menyederhanakan proses penanganan bagasi dan meningkatkan efisiensi operasional maskapai.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Garuda Indonesia belum merinci secara spesifik berapa jumlah koper yang diperbolehkan untuk setiap kelas penerbangan atau berapa batas berat maksimum per koper. Informasi lebih lanjut akan diumumkan mendekati tanggal pemberlakuan. Maskapai mengimbau penumpang untuk memantau pengumuman resmi melalui situs web dan kanal komunikasi resmi Garuda Indonesia.

Latar Belakang Perubahan Sistem Bagasi

Perubahan ini mengikuti tren industri penerbangan global, di mana banyak maskapai internasional telah lebih dulu mengadopsi sistem piece concept. Sistem ini dinilai lebih transparan dan memudahkan penumpang dalam merencanakan barang bawaan. Selain itu, sistem berbasis jumlah koper juga membantu maskapai dalam mengoptimalkan ruang kargo dan mengurangi risiko kelebihan muatan.

Dengan penerapan piece concept, Garuda Indonesia berharap dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dan menyelaraskan standar layanan dengan maskapai mitra dalam aliansi global. Penumpang disarankan untuk menyesuaikan kebiasaan bepergian mereka, terutama bagi yang sering membawa satu koper berat, kini perlu membagi barang ke dalam beberapa koper dengan berat yang lebih merata.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga