Bobby Nasution Mulai Berkantor di Kepulauan Nias Pekan Ini
Bobby Nasution Berkantor di Nias Pekan Ini

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution akan merealisasikan janji kampanyenya untuk berkantor di daerah dengan memulai tugas di Kepulauan Nias pada pekan ini. Bobby mengonfirmasi bahwa dirinya akan berada di Kepulauan Nias mulai Rabu, 15 Juli 2026, selama satu minggu sebelum digantikan oleh Wakil Gubernur Surya.

Janji Berkantor di Daerah Terealisasi

"Iya insyaallah nanti hari Rabu, janjinya kan tiga bulan, tapi nanti gantian dengan Pak Wagub," kata Bobby kepada wartawan di Medan, Senin (13/7/2026). Pernyataan ini menegaskan komitmennya untuk lebih dekat dengan masyarakat di wilayah kepulauan yang selama ini terkesan terpinggirkan.

Bobby menjelaskan bahwa dirinya dan Surya akan bergantian berkantor di Kepulauan Nias setiap minggu. "Kali ini saya dulu seminggu, nanti Pak Wagub yang datang seminggu, nanti ganti-gantian," ucapnya. Sistem rotasi ini diharapkan dapat memastikan pelayanan pemerintahan berjalan optimal tanpa mengabaikan tugas di Medan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tiga Program Utama untuk Nias

Pemerintah Provinsi Sumut telah menyiapkan sejumlah program prioritas yang akan dijalankan selama masa berkantor di Kepulauan Nias. Bobby menyebutkan setidaknya ada tiga program utama yang akan difokuskan di wilayah tersebut.

"Ada program yang tetap untuk Kepulauan Nias, ada tiga program utama yang kita bagi-bagi di sana," ujarnya tanpa merinci lebih lanjut. Namun, sebelumnya Bobby juga mengumumkan bahwa Pemprov Sumut mencatat surplus anggaran sebesar Rp 521 miliar, yang sebagian akan dialokasikan untuk pembangunan daerah tertinggal seperti Nias.

Langkah Konkret Pemerataan Pembangunan

Langkah Bobby Nasution ini merupakan bagian dari janji kampanye pada Pilgub Sumut 2024 untuk lebih memerhatikan daerah-daerah terpencil. Kepulauan Nias selama ini dikenal memiliki keterbatasan infrastruktur dan akses pelayanan publik. Dengan berkantor langsung di lapangan, diharapkan program-program pemerintah dapat tepat sasaran.

"Kami ingin memastikan bahwa pembangunan tidak hanya terpusat di Medan dan sekitarnya, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat di kepulauan," tambah Bobby. Inisiatif ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, terutama warga Nias yang berharap adanya perbaikan signifikan dalam pelayanan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.

Sebelumnya, Bobby juga berhasil mengubah nasib Desa Sipiongot yang terisolasi selama 81 tahun, menunjukkan komitmennya terhadap pemerataan pembangunan di Sumut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga