Harga Minyak Melonjak Akibat Bentrokan AS-Iran di Selat Hormuz
Harga Minyak Melonjak Akibat Bentrokan AS-Iran

Harga minyak mentah dunia mengalami lonjakan signifikan setelah pecahnya kembali bentrokan militer antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di kawasan Selat Hormuz. Ketegangan di jalur perdagangan laut paling krusial ini memicu kekhawatiran baru atas pasokan energi global. Pada perdagangan Senin (13/7/2026), harga minyak mentah Brent—yang menjadi tolok ukur internasional—melesat lebih dari 4 persen.

Lonjakan Harga Akibat Aksi Saling Serang

Lonjakan ini dipicu oleh aksi saling serang yang dilancarkan militer AS dan Iran demi memperebutkan kendali atas Selat Hormuz. Pantauan pasar menunjukkan kontrak berjangka Brent untuk pengiriman September bertengger di angka 79,26 dollar AS per barel pada pukul 05.00 GMT. Angka ini mencatatkan level tertinggi sejak 22 Juni lalu.

Dampak pada Pasokan Energi Global

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia, yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global. Gangguan di wilayah ini berpotensi mengganggu rantai pasokan minyak dari negara-negara Teluk, termasuk Arab Saudi, Irak, dan Kuwait. Para analis memperingatkan bahwa jika ketegangan berlanjut, harga minyak bisa terus melonjak dan memicu dampak ekonomi yang lebih luas.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga
Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram