UMKM Maluku Utara Pamerkan Bacan Doko Rp 38 Juta di Dekranas Makassar
UMKM Malut Pamer Bacan Doko Rp 38 Juta di Dekranas Makassar

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranas) yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, menjadi ajang bagi setiap provinsi untuk memamerkan produk unggulan UMKM. Provinsi Maluku Utara turut berpartisipasi dengan menampilkan beragam kerajinan khas, mulai dari batik tulis, tenun, hingga batu bacan yang harganya mencapai puluhan juta rupiah.

Stan Maluku Utara di Trans Studio Mall Makassar

Pantauan di Trans Studio Mall (TSM) Makassar pada Jumat (10/7/2026), stan pameran Maluku Utara memamerkan produk-produk yang mencerminkan identitas daerah seperti Kota Ternate, Halmahera, dan Pulau Bacan. Produk yang ditampilkan antara lain batik tulis dan batik print, tenun sintesis dan ATBM, batu bacan, serta aneka kerajinan tangan.

Salah satu yang menarik perhatian adalah batik tulis dengan motif yang mengangkat kekayaan alam dan budaya Maluku Utara, seperti rempah-rempah (pala dan cengkeh), burung bidadari, batu bacan, serta peninggalan Kesultanan Ternate seperti Benteng Oranje dan Benteng Kastela.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Batik Tulis dengan Teknik Lukis Khas

Pengrajin batik Maluku Utara, Mukhlis Abdul Rauf, menjelaskan bahwa motif batu bacan menjadi tantangan tersendiri karena harus dilukis, bukan dicetak. "Paling sulit itu kan kita bikin (motif) khas batu bacan, kita melukisnya. Kalau dicetak atau diprint itu tidak bisa. Teknik-teknik lukis ini kita aplikasikan dalam batik," ujarnya.

Sarung batik tulis yang dipamerkan dibanderol mulai Rp 625 ribu hingga Rp 1,2 juta tergantung motif. Selain sarung, tersedia syal seharga Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu dan tas seharga Rp 200 ribu.

Tenun Rapudino Khas Ternate

Stan juga menampilkan sarung tenun khas Kota Ternate yang dikenal dengan nama Rapudino. Tenun ini hadir dengan motif cengkeh, wajik, iris pandan, dan kombinasi bambu. Harganya mulai Rp 1 juta untuk pewarna sintetis dan Rp 1,2 juta untuk pewarna alami.

Selain itu, terdapat produk ecoprint seperti tas jinjing, gantungan tas, dan sepatu yang dibuat dari berbagai jenis daun, dengan harga mulai Rp 55 ribu hingga Rp 285 ribu.

Kerajinan Tangan dan Batu Bacan Doko

Beragam kerajinan tangan lainnya seperti miniatur parang, salawaku, gelang, dan kalung dijual dengan harga mulai Rp 30 ribu hingga Rp 400 ribu. Namun, yang menjadi primadona adalah cincin batu bacan asal Halmahera Selatan, khususnya dari Desa Doko.

Pengrajin batu bacan, Ikram, menjelaskan bahwa batu bacan Doko umumnya berwarna hijau dan memiliki kandungan mineral kalsedon serta krisokola. "Dia keunggulannya di situ (ada kandungan (mineral) krisokola dan (mineral) kalsedon), karena dia (batu bacan) metamorfosis berubah warna dari cokelat hitam berubah sampai bersih," jelasnya.

Cincin batu bacan yang dipamerkan bervariasi dari Rp 700 ribu hingga yang termahal mencapai Rp 38 juta. Ada pula cincin Kalsedoni Obi nonserat dengan harga sekitar Rp 8 juta, sedangkan jenis berserat dibanderol mulai Rp 1 juta.

Pameran Berlangsung Empat Hari

Pameran produk sejumlah provinsi dalam rangka HUT ke-46 Dekranasda di TSM Makassar berlangsung selama empat hari, sejak Rabu (8/7) hingga Sabtu (11/7). Kegiatan ini menghadirkan beragam produk kerajinan khas dari berbagai daerah, termasuk Maluku Utara, dan menjadi ajang promosi UMKM lokal ke kancah nasional.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga