Transjakarta Perkuat Sistem Keselamatan dengan Hotline Khusus untuk Pramudi
PT Transjakarta secara resmi meluncurkan saluran komunikasi khusus atau hotline yang ditujukan bagi para pengemudi bus atau pramudi. Inisiatif ini merupakan langkah konkret perusahaan dalam menekan risiko kecelakaan, menyusul peristiwa tabrakan atau adu banteng antara dua armada bus di Koridor 13 ruas Swadarma menuju Cipulir, Jakarta Selatan, beberapa hari lalu. Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza, menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi DNA perusahaan, bukan sekadar prosedur administratif belaka.
Insiden di Koridor 13 Jadi Pemicu Perbaikan
Kecelakaan yang terjadi pada Senin, 23 Februari 2026 pagi itu diduga dipicu oleh faktor kelelahan dan kantuk pada sopir. Welfizon dalam keterangan resminya pada Jumat (27/2/2026) menyatakan, "Keselamatan bukan hanya target operasional. Ia adalah nilai, budaya, dan tanggung jawab moral kita kepada masyarakat." Ia mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, Transjakarta telah melayani 413 juta penumpang, menegaskan perannya sebagai ekosistem transportasi publik terbesar di Indonesia.
Welfizon juga menekankan pentingnya kejujuran dari para pramudi sebagai pengambil keputusan utama di lapangan. "Setiap insiden tidak boleh berhenti sebagai statistik, ia harus menjadi pemicu perbaikan proses dan penguatan standar yang menyentuh akar permasalahan," ujarnya. Oleh karena itu, perusahaan mendorong pramudi untuk jujur melaporkan kondisi fisik, keadaan kendaraan, serta potensi bahaya selama bertugas.
Fungsi dan Manfaat Hotline bagi Pramudi
Hotline yang diluncurkan ini dirancang sebagai kanal komunikasi real-time yang memungkinkan pramudi melaporkan berbagai situasi darurat di lapangan dengan cepat. Melalui saluran khusus tersebut, pramudi dapat menyampaikan:
- Kondisi darurat seperti kecelakaan atau hambatan di jalan.
- Kendala operasional yang memengaruhi kelancaran perjalanan.
- Isu-isu keselamatan yang berpotensi menimbulkan risiko.
Dengan adanya hotline, manajemen Transjakarta diharapkan dapat mempercepat respons terhadap berbagai situasi di lintasan, sehingga meningkatkan efisiensi dan keamanan operasional. "Hadirnya hotline ini diharapkan mampu memberikan rasa aman dan dukungan penuh bagi pramudi saat bertugas di garda terdepan," tambah Welfizon.
Langkah ini juga sejalan dengan komitmen perusahaan untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama, terutama setelah insiden di Koridor 13 yang menyoroti pentingnya pengawasan dan komunikasi yang lebih baik antara pramudi dan manajemen. Transjakarta berharap, dengan sistem pelaporan yang lebih responsif, kejadian serupa dapat dicegah di masa depan.



