Denda Adat Kecelakaan Lalu Lintas Picu Perang Suku di Wamena, 13 Tewas
Denda Adat Picu Perang Suku di Wamena, 13 Tewas

Wamena, Papua Pegunungan – Perang antarsuku yang terjadi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, menewaskan 13 orang dan menyebabkan 789 warga mengungsi. Konflik ini dipicu oleh persoalan denda adat yang berkaitan dengan kecelakaan lalu lintas yang menewaskan seorang anggota DPRD Lanny Jaya pada tahun 2024.

Kronologi Perang Suku

Perang antara suku Pirime (Lanny) dan suku Kurima (Woma) pecah di Distrik Woma, Kabupaten Jayawijaya, pada Kamis, 14 Mei 2026. Kedua kelompok saling serang menggunakan senjata tajam dan panah. Kapolda Papua, Irjen Patrige R Renwarin, menjelaskan bahwa konflik ini merupakan kelanjutan dari pertikaian lama yang kembali memanas akibat denda adat yang belum terselesaikan.

Penyebab Konflik

Menurut Kapolda, pemicu utama adalah denda adat yang timbul setelah kecelakaan lalu lintas pada 2024 yang merenggut nyawa anggota DPR dari Lanny Jaya. Meskipun detail mengenai denda adat tersebut belum dijelaskan lebih lanjut, mediasi yang dilakukan mengalami kebuntuan, sehingga berujung pada aksi saling serang antar kelompok.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak Tragis

Tragedi bertambah ketika jembatan gantung di Kali UE roboh saat dilintasi massa, menyebabkan puluhan warga hanyut dan hilang. Peristiwa ini memperparah situasi yang sudah mencekam. Polda Papua bersama Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere, telah menggelar rapat mitigasi untuk mencegah eskalasi konflik lebih luas dan mencari solusi perdamaian.

Upaya Penanganan

Pihak kepolisian terus berupaya meredakan ketegangan dan mengamankan wilayah konflik. Langkah-langkah mitigasi sedang disusun untuk menghindari jatuhnya korban jiwa lebih banyak dan memulihkan keamanan di daerah tersebut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga