Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi pada 18 Maret
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengumumkan bahwa puncak arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan akan terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers pada Selasa, 24 Februari 2026, dan dikonfirmasi kembali pada Rabu, 25 Februari 2026.
Strategi Pemerintah untuk Mengurai Kepadatan
Untuk mengantisipasi dan mencegah kepadatan yang biasanya terjadi pada puncak arus mudik, pemerintah telah menerapkan skema work from anywhere (WFA). Skema ini akan diberlakukan dalam dua periode:
- 16-17 Maret 2026: Sebelum puncak mudik.
- 25-27 Maret 2026: Setelah puncak mudik.
Tujuan utama dari kebijakan ini adalah untuk memecah konsentrasi volume pemudik Lebaran 2026. Dengan memberikan fleksibilitas bekerja dari mana saja, diharapkan para pemudik dapat memulai perjalanan lebih awal atau menunda kepulangan, sehingga mengurangi tekanan pada sistem transportasi nasional.
Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan perjalanan mudik. "Dengan skema WFA, kami berharap arus mudik bisa lebih tersebar dan lancar," ujarnya. Prediksi puncak mudik pada 18 Maret didasarkan pada analisis pola perjalanan tahun-tahun sebelumnya serta kalender libur Lebaran 2026.



