PT KAI Tetapkan Pemberhentian Luar Biasa di Stasiun Jatinegara untuk Antisipasi Kemacetan
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta telah menetapkan kebijakan Berhenti Luar Biasa (BLB) untuk keberangkatan dari Stasiun Gambir yang akan berhenti di Stasiun Jatinegara pada Sabtu, 28 Maret 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk memudahkan penumpang agar tetap dapat naik kereta api tanpa terhambat oleh kepadatan lalu lintas yang diprediksi terjadi di sekitar kawasan Monumen Nasional.
Alasan Diambilnya Kebijakan Pemberhentian Tambahan
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan antisipasi terhadap kemacetan yang diperkirakan muncul akibat kegiatan bazar murah di area Monas. Acara tersebut berlangsung dari pukul 16.00 hingga 21.00 WIB, sehingga berpotensi menyebabkan lalu lintas padat di sore hingga malam hari.
"Kami menyiapkan Stasiun Jatinegara sebagai alternatif agar pelanggan tetap dapat bepergian dengan aman dan nyaman, khususnya pada saat terjadi kepadatan di sore hingga malam hari," ujar Franoto Wibowo di Jakarta, Sabtu (28/3/2026), seperti dilansir dari Antara.
Dia menegaskan bahwa dengan adanya pemberhentian tambahan ini, penumpang memiliki pilihan untuk naik kereta dari Stasiun Jatinegara apabila akses menuju Stasiun Gambir mengalami kepadatan. Kebijakan tersebut tidak mengubah jadwal perjalanan kereta api secara keseluruhan, namun penumpang diimbau untuk datang lebih awal dan menyesuaikan perjalanan menuju stasiun.
Daftar Kereta Api yang Berhenti di Stasiun Jatinegara
Franoto Wibowo merinci bahwa terdapat sejumlah kereta api yang akan berhenti di Stasiun Jatinegara pada hari Sabtu, 28 Maret 2026, sebagai bagian dari kebijakan BLB. Berikut adalah daftar lengkapnya:
- KA 7008B Tambahan (Gambir–Yogyakarta)
- KA 8 Bima (Gambir–Surabaya)
- KA 36 Gajayana (Gambir–Malang)
- KA 124B Cakrabuana (Gambir–Purwokerto)
- KA 42 Sembrani (Gambir–Surabaya)
- KA 32 Pandalungan (Gambir–Jember)
- KA 4B Argo Bromo Anggrek (Gambir–Surabaya Pasarturi)
- KA 14 Argo Lawu (Gambir–Solo Balapan)
- KA 54 Purwojaya (Gambir–Cilacap)
Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan fleksibilitas bagi penumpang yang mungkin mengalami kesulitan mencapai Stasiun Gambir akibat kondisi lalu lintas yang padat.
Konteks Lebih Luas: Layanan Angkutan Lebaran 2026
Kebijakan BLB ini terjadi dalam konteks persiapan Angkutan Lebaran 2026, di mana PT KAI terus berupaya memastikan kualitas layanan optimal. Hingga 25 Maret 2026 pukul 15.00 WIB, tercatat bahwa 97,7 persen dari total kapasitas kereta api yang disediakan selama periode 11 Maret hingga 1 April 2026 telah terjual. Angka ini mencerminkan tingginya minat masyarakat dalam memanfaatkan layanan kereta api pada momentum Lebaran tahun ini.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, telah melakukan peninjauan langsung ke wilayah Daop 9 Jember dan Daop 8 Surabaya untuk memastikan kesiapan operasional serta pengalaman pelanggan di lapangan. "Setiap titik layanan kami pastikan berjalan optimal agar pelanggan merasakan perjalanan yang aman, nyaman, dan menyenangkan," ujar Bobby pada Kamis, 25 Maret 2026.
Pada layanan Kereta Api Jarak Jauh, penjualan tiket telah mencapai 3.748.108 atau 104,9 persen dari total kapasitas 3.571.760 tempat duduk. Sementara itu, KA Lokal mencatat penjualan 646.822 tiket atau 69,8 persen dari total kapasitas 926.936 tempat duduk. Ketersediaan kursi masih terbuka, terutama pada relasi-relasi tertentu yang tidak ditempuh secara penuh oleh pelanggan.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa tren ini menunjukkan pergeseran pola perjalanan masyarakat yang semakin terencana. "Perjalanan dengan kereta api terus meningkat sejak pertengahan Maret dan saat ini memasuki fase arus balik. Kereta api menjadi pilihan karena nyaman, terjadwal, dan memberikan kepastian perjalanan," ujar Anne.
Dengan demikian, kebijakan pemberhentian luar biasa di Stasiun Jatinegara ini merupakan bagian dari komitmen PT KAI dalam menyediakan layanan transportasi yang responsif terhadap kondisi lapangan, terutama selama periode padat seperti Angkutan Lebaran 2026.



