Prabowo: Semua Aparat Harus Mati untuk Rakyat, Bukan Menindas
Prabowo: Aparat Harus Mati untuk Rakyat, Bukan Menindas

Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa seluruh aparat, baik TNI maupun Polri, harus siap mati untuk membela kepentingan rakyat, bukan melakukan penindasan terhadap masyarakat. Pernyataan ini disampaikan Prabowo saat meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5).

Prabowo Kenang Kasus Marsinah

Dalam sambutannya, Prabowo menyinggung kasus pembunuhan Marsinah yang terjadi puluhan tahun silam. Ia mengaku masih muda saat peristiwa itu terjadi. "Waktu itu saya masih muda, saya dengar peristiwa di Jawa Timur, tapi saya tidak mendalami. Akhirnya hari ini saya baru sadar, baru paham, kolusi, aparat dipakai oleh kapitalis-kapitalis tertentu," kata Prabowo.

Prabowo menegaskan bahwa budaya seperti itu tidak boleh berlanjut. "Semua aparat dari yang tertinggi sampai yang terendah harus mati untuk rakyat, bukan malah menindas rakyat," lanjutnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Instruksi Tegas untuk Aparat

Presiden meminta agar ke depannya tidak ada lagi laporan mengenai aparat penegak hukum yang tidak menegakkan kebenaran dan keadilan. "Saya tidak mau dengar lagi, Panglima TNI, Kapolri, saya tidak mau dengar lagi ada aparat yang tidak menegakkan hukum, keadilan dan kebenaran, tidak boleh beking macam-macam. Negara kita kaya, harus kita amankan kekayaan tersebut untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat," tuturnya.

Larangan Menyalahgunakan Wewenang

Sebelumnya, Prabowo juga meminta seluruh aparat penegak hukum, termasuk TNI, Polri, dan kejaksaan, untuk tidak menyalahgunakan wewenang dengan menjadi beking kegiatan ilegal. "Seluruh aparat lainnya juga harus memperbaiki diri, kejaksaan kepolisian, tentara harus koreksi diri, harus menghilangkan penyelewengan dan korupsi dari tubuh masing-masing," ujar Prabowo.

Ia menambahkan, "Saya ulangi seluruh aparat harus memperbaiki diri, harus membersihkan diri, harus berani koreksi, jangan justru aparat yang di belakang penyelewengan, aparat yang beking penyelewengan, aparat yang beking penyelundupan, beking narkoba, beking judi, beking ilegal ini, ilegal itu, jangan sampai begitu."

Pesan untuk TNI dan Polri

Prabowo menyampaikan hal ini atas nama rakyat Indonesia. Ia meminta aparat penegak hukum untuk mengabdikan diri bagi rakyat. "Jadilah tentara rakyat, jadilah polisi rakyat yang dicintai rakyat dan ini sudah dirintis oleh pimpinan TNI dan kepolisian, saya lihat," pungkasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga