Kondisi Terkini Stasiun JIS yang Siap Beroperasi Juni 2026
Kondisi Terkini Stasiun JIS Siap Beroperasi Juni 2026

Proyek pembangunan Stasiun KRL Jakarta International Stadium (JIS) terus dikebut pengerjaannya. Stasiun yang berlokasi bersebelahan dengan JIS ini direncanakan mulai beroperasi pada Juni 2026. Berikut adalah kondisi terkini stasiun tersebut.

Kondisi Bangunan Stasiun

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Sabtu, 16 Mei 2026, bangunan Stasiun JIS sudah terlihat jelas. Peron kereta yang panjang telah berdiri kokoh dengan atap yang tertutup merata. Stasiun ini terletak tepat di tepi Jalan RE Martadinata, Jakarta Utara, bersebelahan dengan JIS.

Tiang-tiang stasiun telah dicat dasar berwarna hijau, sementara lantai peron masih berwarna abu-abu. Akses masuk stasiun sudah berdiri utuh dengan atap dan tiang penyangga senada warna abu-abu. Pagar di bangunan akses masuk juga telah terpasang. Tangga penghubung stasiun dengan JIS sudah dilengkapi atap, tiang pengaman, dan dinding besi yang terpasang rapi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dari kejauhan, para pekerja terlihat terus menyelesaikan bagian-bagian lain agar Stasiun JIS dapat beroperasi secara sempurna.

Target Operasi Juni 2026

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan pembangunan JIS memasuki tahap akhir. Setelah berkoordinasi dengan PT KAI, stasiun baru ini ditargetkan rampung pada Mei dan mulai beroperasi pada Juni 2026.

"Kebetulan tadi kami barusan selesai rapat dengan Direktur Utama KAI dan rombongan. Untuk JIS ini diperkirakan bulan Mei selesai, bulan Juni akan beroperasi," kata Pramono saat meninjau Pompa Ancol, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa, 7 April 2026.

Pramono menambahkan bahwa finalisasi dengan KAI tidak hanya menyangkut Stasiun JIS, tetapi juga sejumlah proyek transportasi lain, seperti penyelesaian jaringan MRT, pengembangan kawasan Kota Tua, dan rencana jalur kereta listrik sepanjang 16 kilometer.

"Bukan hanya Stasiun JIS yang KRL-nya. Kami juga membahas hal-hal lain, termasuk MRT dan Kota Tua," ujarnya.

Jalur Kereta Listrik 16 Kilometer

Pramono menjelaskan bahwa jalur kereta listrik tersebut akan membentang dari Rawajati hingga Tanjung Priok. Jalur ini diharapkan mampu mempermudah mobilitas warga Jakarta.

"Kereta listrik 16 kilo dari Rawajati sampai ke Tanjung Priok itu secara signifikan akan membantu kemudahan transportasi," tambahnya.

Integrasi Tiga Stasiun Penting

Selain itu, Pemprov DKI bersama KAI juga membahas integrasi tiga stasiun penting di pusat kota, yaitu Dukuh Atas, BNI City, dan Karet. Pramono memastikan proses koordinasi berjalan lancar.

"Termasuk urusan yang Dukuh Atas, Stasiun BNI, dan Karet yang akan kita integrasikan. Segera akan dilakukan," imbuhnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga