Fenomena kuliner kembali menggemparkan Jakarta Selatan. Sebuah kudapan bernama Mochi Kunafa Pistachio berhasil mencuri perhatian warganet dan membuat pengunjung rela mengantre hingga satu jam lamanya. Terletak di kawasan Kemang, gerai kecil ini tak pernah sepi pembeli sejak viral di media sosial beberapa pekan terakhir.
Perpaduan Dua Budaya dalam Satu Gigitan
Mochi Kunafa Pistachio adalah inovasi kuliner yang menggabungkan mochi khas Jepang dengan kunafa, hidangan penutup tradisional Timur Tengah. Mochi yang kenyal dan lembut diisi dengan pasta pistachio asli, lalu dibalut dengan kunafa renyah yang terbuat dari adonan semolina atau filo pastry yang dipanggang. Taburan pistachio cincang dan sirup gula ringan menambah cita rasa manis yang pas.
Menurut pemilik gerai, Rina Wijaya, ide ini muncul dari keinginan menciptakan sesuatu yang baru. "Saya ingin menggabungkan tekstur kenyal mochi dengan renyahnya kunafa. Pistachio dipilih karena warnanya yang cantik dan rasanya yang khas," ujarnya saat ditemui di lokasi, Kamis (23/7/2026).
Antrean Panjang dan Harga yang Bersahabat
Setiap hari, puluhan orang berbaris sejak pukul 10.00 pagi. Rata-rata waktu tunggu mencapai 30-60 menit, terutama pada akhir pekan. Meski demikian, para pembeli mengaku tidak keberatan. "Sudah dua kali ke sini, antre satu jam tapi worth it. Rasanya unik, manisnya pas, dan teksturnya bikin nagih," kata Dinda, salah satu pelanggan setia.
Mochi Kunafa Pistachio dijual seharga Rp 35.000 per porsi. Dalam sehari, gerai ini mampu menjual hingga 300 porsi. Harga yang relatif terjangkau untuk kudapan premium membuatnya semakin diminati.
Rasa dan Tekstur yang Memanjakan Lidah
Berdasarkan pengalaman mencoba langsung, mochi ini memiliki tekstur luar yang renyah karena kunafa, namun begitu digigit, bagian dalamnya kenyal dan lembut. Pasta pistachio memberikan rasa gurih-manis yang khas, tidak terlalu dominan sehingga tetap seimbang. Sirup gula yang ditambahkan tidak membuatnya terlalu manis, justru menambah kelembapan.
Beberapa pembeli memberikan ulasan positif di media sosial. "Ini kombinasi yang pas antara manis, gurih, dan renyah. Wajib coba!" tulis akun @kulinerjaksel. Sementara itu, ada pula yang mengkritik bahwa porsinya terlalu kecil untuk ukuran harga tersebut. Namun, secara keseluruhan, respons publik sangat positif.
Fenomena Viral dan Dampak pada Bisnis
Viralnya Mochi Kunafa Pistachio tidak lepas dari strategi pemasaran digital yang gencar. Pemilik gerai memanfaatkan platform seperti Instagram dan TikTok untuk mempromosikan produk dengan video menarik. Hasilnya, pengikut media sosial melonjak drastis dan bisnis pun berkembang pesat.
"Kami tidak menyangka akan seviral ini. Awalnya hanya iseng bikin konten, eh ternyata banyak yang tertarik. Sekarang kami harus menambah stok bahan baku dan merekrut karyawan tambahan," ungkap Rina.
Fenomena ini juga menarik perhatian pengamat kuliner. Menurut Chef Andrian, perpaduan dua budaya dalam satu hidangan menjadi tren yang semakin populer. "Konsumen masa kini mencari pengalaman baru. Makanan fusion seperti ini punya potensi besar, asalkan kualitas dan rasa tetap dijaga," jelasnya.
Tips Menikmati Mochi Kunafa Pistachio
Bagi yang ingin mencoba, disarankan datang di hari kerja untuk menghindari antrean panjang. Gerai buka setiap hari pukul 10.00-18.00. Mochi ini paling enak dinikmati dalam keadaan segar, karena kunafa akan tetap renyah. Jika dibawa pulang, sebaiknya segera dikonsumsi atau simpan di kulkas dan panaskan sebentar di oven agar kerenyahan kembali.
Dengan segala keunikan dan popularitasnya, Mochi Kunafa Pistachio menjadi bukti bahwa inovasi kuliner tak pernah berhenti. Bagi pencinta makanan manis dan petualang rasa, kudapan ini layak masuk dalam daftar wajib coba saat berkunjung ke Jakarta Selatan.



