Kisah Haru Mahasiswa ITB Ditempuh 24 Jam Naik Bajaj dari Yogya
Mahasiswa ITB Tempuh 24 Jam Naik Bajaj dari Yogya

Institut Teknologi Bandung (ITB) menyambut mahasiswa baru dengan cerita penuh perjuangan. Salah satu calon mahasiswa, Andromeda Sufi Anggoro, diantar kedua orangtua dan seorang adiknya menempuh perjalanan dari Yogyakarta ke Bandung selama 24 jam menggunakan bajaj. Andro, sapaan akrabnya, diterima di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026.

Perjalanan 24 Jam dengan Bajaj

Perjalanan yang melelahkan namun penuh haru ini dimulai dari Yogyakarta. Keluarga Andro memutuskan menggunakan bajaj sebagai alat transportasi karena alasan ekonomi dan keinginan untuk bersama-sama mengantar Andro ke kampus impiannya. Bajaj, kendaraan roda tiga yang biasa digunakan di perkotaan, menjadi saksi perjuangan keluarga ini menempuh jarak ratusan kilometer.

Setibanya di kampus ITB, rombongan bajaj langsung disambut oleh Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., di Wisma Rektor pada Senin, 20 Juli 2026. Rektor memberikan sambutan hangat dan mengapresiasi semangat keluarga Andro.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Sambutan Rektor ITB

Rektor ITB, Prof. Tatacipta, menyatakan kekagumannya terhadap perjuangan Andro dan keluarganya. "Ini adalah contoh nyata semangat pantang menyerah dan dukungan keluarga yang luar biasa. Kami bangga menerima Andro sebagai bagian dari keluarga besar ITB," ujar Rektor dalam sambutannya. Momen ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain tentang pentingnya kerja keras dan pengorbanan.

Andro sendiri mengaku sangat bersyukur bisa diterima di ITB dan berterima kasih kepada orangtuanya yang telah berjuang keras untuk mengantarnya. "Perjalanan ini sangat berkesan. Saya tidak akan pernah melupakan momen bersama keluarga di atas bajaj. Ini motivasi saya untuk belajar lebih giat," kata Andro.

Dampak dan Inspirasi

Kisah Andro cepat menyebar di media sosial dan menjadi viral. Banyak netizen yang terharu dan memberikan dukungan. Beberapa pihak bahkan menawarkan bantuan beasiswa untuk meringankan biaya kuliah Andro. ITB sendiri memiliki program beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu, dan Andro diharapkan dapat memanfaatkannya.

Perjuangan Andro juga menjadi pengingat bahwa akses pendidikan tinggi masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat. Namun, dengan tekad dan dukungan keluarga, hambatan geografis dan ekonomi bisa diatasi. Semangat Andro diharapkan menjadi inspirasi bagi calon mahasiswa lain di seluruh Indonesia.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga