Mobil Klinik Hewan Keliling di Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan pengalaman baru bagi dokter hewan yang biasanya praktik di klinik atau Puskeswan. Selain pengalaman memeriksa hewan di dalam mobil, hewan-hewan yang diperiksanya sangat beragam, mulai dari iguana, sugar glider, hingga kambing dan domba.
Pengalaman Unik Dokter di Klinik Keliling
Petugas dokter hewan itu adalah Adittya Nugraha. Dia menceritakan pengalamannya memeriksa iguana, sugar glider hingga domba yang dibawa ke dalam mobil.
"Sangat serulah di mobil klinik hewan ini. Saya rasa kayak di tempat yang sempit ini banyak alatnya, banyak tingkah lucu dari owner-nya, ada yang bawa iguana, ada yang bawa sugar glider, tadi pagi kita habis memeriksa kambing juga," kata Adittya saat ditemui di lokasi, Kamis (16/7/2026).
Pemeriksaan Hewan Eksotik
Adit mengatakan, hewan iguana dan sugar glider dibawa untuk diperiksa kesehatannya. Dia menyebut sugar glider diperiksa pascamelahirkan.
"Jadi dari owner keluhannya tidak ada, tapi hanya saja buat kan tadi kalau sugar glider itu dia habis melahirkan, jadi ada katanya 'mau diperiksa aja Dok anaknya gimana', kondisi si sugar glider-nya gimana," jelas dia.
"Terus kalau untuk iguana juga kemarin katanya sempat ada sesuatu di setelah dia makan, ada keluar kayak mau refleks buat menelannya itu susah. Jadi kita bantu lihat, alhamdulillahnya waktu diperiksa sudah tidak ada dan efek refleks menelannya juga sudah bagus. Jadi tidak, hanya pemeriksaan buat cek kesehatan dari luarnya saja seperti itu," imbuh dia.
Kelebihan Klinik Hewan Keliling
Selanjutnya, Adit menyebut meski ruang praktiknya sempit, Klinik Hewan Keliling itu punya kelebihan lain daripada klinik biasanya. Menurutnya, meski sempit, klinik itu bisa melakukan tindakan emergensi.
"Bisa melakukan tindakan emergensi, baik itu emergensinya. Namun beberapa kasus yang sudah tidak bisa terbantu, kita rujuk ke klinik yang terdekat. Kemudian buat kelebihan lainnya paling pastinya di harga yang sangat terjangkau, bisa kita lihat juga baik di depan tadi ada juga secara pemeriksaan lab atau pemeriksaan hewannya itu kita harganya lebih terjangkau. Jadi buat masyarakat bisa datang dan kita sekarang juga buat vaksin rabies kita gratis," kata Adit.
Tantangan di Ruang Sempit
Di sisi lain, Adittya menyebut melakukan tindakan di Klinik Hewan Keliling memiliki tantangan. Katanya, dia selalu khawatir alat-alat canggihnya jatuh saat jalan atau saat ada hewan yang agresif.
"Tantangan di mobil yang sempit-sempitan mungkin lucu ya kayak kalau kucingnya 'reog', kita juga berhadapan dengan alat lab yang sangat lengkap di sini. Itu otomatis kalau sebisa mungkin hewannya se-reog apapun kita harus pegang, nggak boleh dilepas," jelasnya.
"Kalau dilepas lebih takutnya ke alat-alatnya, takut nantinya kena tendang atau kena digoyang aja alat-alatnya juga bisa kayak ada alat hematologi itu ada cairannya di atas mejanya juga, jadi takutnya tumpah, jadi nanti takut korsleting," ucapnya.
Harapan untuk Masyarakat
Adit berharap Klinik Hewan Keliling ini dapat membantu masyarakat setempat pemilik hewan peliharaan. Sehingga warga tak perlu jauh-jauh mencari klinik hewan.
"Harapannya dengan adanya Klinik Hewan Keliling, semoga masyarakat terutamanya tempat-tempat yang akan kita datangi nantinya jadwalnya bisa dilihat di Instagram-nya Sudin wilayah masing-masing. Dan semoga terbantu dengan adanya mobil hewan klinik ini karena juga buat dengan harga yang terjangkau dengan pemeriksaan yang lengkap, semoga masyarakat bisa lebih terbantu seperti itu," ungkapnya.
Dominasi Pasien Kucing
Selama 4 hari menjalankan Klinik Hewan Keliling di area Jaksel, Adit mengaku lebih banyak warga yang membawa kucingnya untuk diperiksa dan diobati.
"Kemarin buat hewan eksotik itu rata-rata hanya cek kesehatannya saja. Tadi juga ada kambing itu hanya pemeriksaan juga. Kemudian kalau untuk hewan seperti kucing, rata-rata di Jakarta Selatan masih masuknya kucing. Anjing juga ada tapi baru pemeriksaannya saja. Jadi kucing itu selain cat flu tadi, ada scabies juga, terus juga dermatitis, kayak penyakit kulitnya di kucing, alopecia gitu yang udah banyak bulunya, rambutnya itu udah bulu rontoknya itu udah banyak banget," urainya.



